Pematerinya Yasmine Nur Edwina, M.Psi, Psikolog
Membaca dan menulis bisa diperisapkan semenjak dini. Konsepnya ada 2 yaitu ketrampilan pra membaca dan ketrampilan pra menulis. Ketrampilan Pra Membaca penting untuk dipahami bahwa anak harus punya kosakata, pengetahuan tentang huruf, pengetahuan tentang bunyi hurufnya, pemahaman cerita, pemahaman tentang arah, pengetahuan tentang buku, pemahaman berbicara dan berinteraksi.
Kosakata penting karena ketika anak belajar membaca pasti harus tau makna dari kosakata itu. Pengetahuan tentang buku misal dia tau judul itu letaknya dimana, bisa buka lembar tiap halaman. Pemahaman tentang arah kayak atas bawah, kiri kanan, depan belakang. Contohnya kalo baca itu dari kiri ke kanan. "Ayo baca kalimat yang atas baru kalimat dibawahnya."
Ketrampilan Pra Menulis gak sesimpel pegang pensil terus tulis-tulis. Tapi butuh kekuatan tangan, menggenggam, keerelinasi mata dan tangan, dan memahami gambar dan simbol-simbol.
Nah cara ortu menstimulasi:
1. Stimulasi Bahasa
Sebelum bisa menulis anak kan harus bisa baca nah bisa baca artinya harus banyak kosakata yang dimiliki. Jadi ortu kudu cerewet, gunakan kosakata yang beragam dan gesture.
2. Membacakan Buku Cerita
3. Mengajak anak ke tempat-tempat baru. Misal lihat buku-buku baru bisa memperkaya kosakatanya. Lalu struktur kalimat harus baik dan benar.
4. Pembatasan penggunaan gadget
yang bisa dilakukan untuk ketrampilan literasnya yaitu:
- menirukan tanda-tanda, logo, huruf, dan simbol disekitar. Misal logo Indomaret. Jadi dia tau kalo itu logonya Indomaret bukan berarti dia bisa baca hurufnya ya mak. Tapi dia tau itu logonya Indomaret. Jadi pengenalan logo itu penting untuk menstimulasi pa membacanya.
- menggambar dari awalnya corat coret jadi bisa buat lingkaran, bisa buat garis vertikal horizontal. Nah, sebetulnya kita gak tau itu gambar apa cuman anak bisa menceritakan itu gambar apa yang dia gambar
- biarkan anak untuk memilih apa yang dia baca dan apa yang dia gambar. Kayak pura-pura baca aja itu udah termasuk mulai belajar untuk membaca.
- pengenalan huruf gak papa dikenalkan sejak usia 2-3 tahun asalkan dikenalkan dengan cara yang menyenangkan. Nah, di usia 3 tahun udah bisa dikenalkan dengan huruf-huruf yang menyusun namanya. Misalkan nama anakku Adin. Diajarin namanya itu A-D-I-N.Bisa main pake pasir buat gambar. Pake lilin (malam) ngebentuk huruf yang menyusun namanya.
Nah ide idenya bisa dicari di pinterest atau google. Keywordnya Ide pra membaca anak, ide pra menulis anak. Atau pre reading activity for toddle, pre writing activity for toddler.
Manfaat jalan nyeker apa Mak? Aku blm tau ini. Nyeker karna sensor saraf semua adanya di kaki, jadi nyeker sangat membantu stimulasi saraf saraf motorik.
Harus perbanyak main play pretend, harus perbanyak main yg menyimpan brg ke kontainer, dri situ baruu deh bisa masuk bahasa. Trus uda bukan umurnya kita nyerocos mulu, menurut terapisnya kita harus nunggu anak kontak mata dengan kita untuk kasi tau apa itu barangnya.
Dalam penulisan ini anak belum menemukan bahasa, kurangi bantuan orangtua dalam keseharian dan biarkan anak mandiri. Anak belum menemukan bahasa karena belum merasakan "seperation" yang matang dan membuatnya merasa membutuhkan bahasa. Tunjukkan ketidakpahaman orangtua misalnya anak memberikan botol untuk dibuka tapi memberikan verbal, orangtua menerima saja botolnya karena secara gestur ia berikan botolnya. Jadi ketika orangtua sudah memahami ia mau membuka botol tanpa verbal, bahasa tidak pernah terjadi.
Apakah merangkak anak sudah optimal dan lama ketika fase 1 tahunnya? Sudah diberikan di landasan keras sepanjang hari di lantai keras? Hal itu akan banyak membantu babblingnya karena babbling ke suku kata dipengaruhi koordinasi motoric kasar tubuhnya yang membuatnya lebih luwes dan mengujarkan kata-kata.
Hati2 dalam berkomunikasi, tunggu kontak mata 3 arahnya baru berikan makna. Kemudian dipanggil tidak menoleh bisa jadi banyak hal, bisa jadi sense of selfnya belum maksimal dan juga bisa jadi ia kesulitan di motoric halusnya yang juga membuat kontak matanya sulit tercipta. Usahakan semakin berjauhan dalam hal jarak di rumah dan lama-lama sampai ia bisa ditinggalkan dengan orang yang Jarang ia temui.
Tips agar Si Kecil menemukan bahasa:
1. Fasilitasi dengan objek-objek yang sesuai dengan ukuran dirinya, yang tidak berbahaya (mainan dengan tema sehari-hari yaitu masak dan memandikan bayi), sehingga ketika ia difasilitasi. la bisa menterjemahkan apa yang ia observasi ke dalam permainannya.
2. Melakukan kegiatan di rumah dengan pelan-pelan dan tidak terburu-buru. Sehingga Si kecil mempunyai kesempatan untuk mengobervasi kejadian yang terjadi dan bagaimana melakukannya.
3. Biarkan Anak merasakan proses yang terjadi pada tubuhnya sendiri (proses lapar, capek, marah, sedih, senang) sehingga ia menyadari bahwa ia sendiri mampu mengerti dirinya tapa butuh bantuan orang lain.
4. Percaya bahwa Si Kecil sudah berkembang dan menjadi seorang individu yang mampu mengerjakan semuanya sendiri secara mandiri.
5. Hindari ngomong terus-terusan ketika anak tidak aktif meminta bahasa
6. Hindari pertanyaan "apa ini?", "coba sebut dulu, apa ini"
Kemampuan Bahasa dipengaruhi dua factor
1. Individuasi anak: levelnya adalah attachment (0-12 bulan), separation (12-18 bulan), individuation (18 ke atas) temenan (3 tahun)
2 Simbolik: kemampuan anak mengobservasi dan menterjemahkan ke permainan dia (bukan diajari! Syarat anak observasi? Diam dulu, kalem dulu. Masih aktif? Banyak masalah perkembangan di bawah 12 bulan belum matang). Levelnya 9 bulan permainan wadah, 12 bulan permainan fungsi, 18 bulan, membuat sesuatu misalnya lego jadi kereta api, playdough jadi kue. 24 bulan pretend play cerita adegan ke adegan 36 bulan role play, dan 4 tahun permainan dengan peraturan
3. Pertemuan kedua hal tersebut barulah Bahasa. Yaitu ada lawan bicara dan ada topik yang dibicarakan yaitu perasaaan, kehendak dan pikirannya. Dimana. 9 bulan kontak mata tiga arah, 12 bulan-18 bulan 2 suku kata, 18-24bulan the discovery of language. Mengerti apa itu Bahasa. 24-36 bercerita adegan ke adegan. 36 bulan sudah jadi tukang atur-atur ketika berteman 48 bulan sudah mampu menjelaskan peraturan permainan.
The discovery of language
"Penemuan Bahasa" membukadunia dan jendela baru bagi Si kecil. Dimana Si Kecil akhirnya mampu mengekspresikan diri, mengucapkan kata-kata dan kalimat untuk bertukar ide/pikiran dengan individu lainnya. Hal ini merupakan langkah penting dalam perkembangan kepribadian anak. Ini membutuhkan kemampuan imajinasi/berpikir di satu sisi dan di sisi lain, keinginan untuk mengatakan sesuatu kepada individu lainnya. Sayangnya tidak semua anak mampu "menemukan bahasa” dengan segera.
Kemampuan kompetensi simbolik dan juga kemapuan kompetensi individuasi.
Kemampuan kompetensi simbolik merupakan kemampuan observasi Si Kecil melihat kejadian di sekitarnya dan ia terjemahkan dalam bentuk aktivitas dengan objek terdekatnya (bermain). Kemampuan individuasi adalah proses Si Kecil menjadi seorang individu (proses penemuan "aku") yang baik dimana Si Kecil memahami bahwa ia seorang individu yang punya keinginan, perasaan dan pikirannya sendiri. Dalam hal ini, Si Kecil butuh mengembangkan kemampuan bahwa objek yang ia sukai dan ia butuh menyampaikan kepada individu yang tidak memahami keinginannya. Si Kecil akhirnya menyadari ada suatu alat yang ia bisa pakai yaitu "bahasa". Ketika Si Kecil menyebut nama objek yang yang ia maksud, objeknya datang ke dia. la segera mempelajari bahwa "BAHASA MENGUBAH DUNIA".
Ketika Si Kecil menemukan bahasa, terjadi lonjakan kosa kata pada Si Kecil karena ia sendiri yang ingin mengetahui lebih banyak lagi objek yang ada di sekitarnya. Apalagi objek yang menjadi favoritnya. Hal yang sama juga ketika Si Kecil berusaha menyampaikan perasaan dan juga pikirannya kepada individu/lawan bicara di depannya. Ketika kemandirian Si Kecil belum terjadi, yaitu ia masih biasa dilayani maka ia tidak mengerti bahwa ia punya "kebutuhan", "peraaan" dan "pikiran". Terutama Si Kecil masih pada level attachment (level di usia 1 tahun dimana Si Kecil selalu membutuhkan orangtua/pengasuh untuk memenuhi kebutuhannya) dan belum melewati proses separation dan menjadi individu yang mandiri. Sehingga Si Kecil tidak perlu menyampaikan apa yang IA BUTUHKAN/INGINKAN kepada orang yang SELALU MENGERTI dirinya. Karena sebelum la menyadari terjadinya proses dalam dirinya, la sudah dilayani oleh individu yang selalu memahaminya .
Apakah duduk w sitting?
Apakah jalan jinjit?
Gampang terjatuh?
Gampang menabrak?
Barang sekitarnya mudah terjatuh?
Tidak bisa duduk diam dalam jangka waktu lama
Bungkuk
Menopang dagu
Sering tidur-tiduran
Monitoring motoric halus:
Sulit menggunakan benda misalnya membuka botol sendiri,
mengancing, membentuk playdough
Genggaman terlalu lemah
Genggaman terlalu kencang
Kesulitan menulis lama/Si Kecil beralasan terus untuk menulis
Sulit menggunting/ketika menggunting harus dipegangin kertasnya.
Monitoring sensory:
Terlalu aktif
Sering berputar
Terlalu pasif
Takut ketinggian bahkan yang tidak terlalu tinggi
Sering memanjat
Sulit mencari barang yang diminta
Tidak langsung menoleh ketika dipanggil
Jika ada makanan basi atau amis, tidak menjadi masalah untuknya
Menolak masuk suatu tempat karena bau tempat tersebut
Terlihat sering mengendus benda
Ketakutan ekstrim pada gelap
Kaget dengan suara kencang
Sering berjongkok
Pemilih makanan
Menolak bermain sesuatu yang lengket
Tidak tahan kotor
Monitoring bahasa:
12 bulan belum ada satu kata bermakna
18 bulan belum ada 10-20 kata
24 bulan belum berkalimat
36 bulan belum bercerita tanpa bantuan
48 bulan belum bisa menjelaskan permainan menang kalah ke temannya tanpa bantuan
Monitoring socio-emosionalnya:
18 bulan belum mengenali namanya dan tidak bisa jauh dari orangtua
24 bulan masih disuapin dan diingatkan minum
3 tahun belum bisa bermain disamping temannya dengan mainan yang sama
4 tahun belum bisa berinteraksi dengan kooperatif
5 tahun belum mengerti permainan menang kalah
Gampang tantrum dan frustasi
Gampang menyerah
Ngotot dengan apa yang ia mau
Menarik diri
Cemas
Tidak peduli dengan perasaan dan keinginan temannya
Perfeksionis
Tidak peduli dengan lingkungan berantakan atau tidak setelah 24 bulan.
Monitoring Kognitif :
Di usia 18 bulan Belum bisa menggunakan barang sesuai fungsinya
Di usia 24 bulan belum bisa membentuk sesuatu seperti kue ulang tahun atau kereta api
Di usia 36 bulan belum bisa menjadi sutradara dalam pretend play tanpa bantuan
Di usia 4 tahun belum bisa bermain role play
Di usia 5 tahun belum mengerti permainan menang kalah
Jika ada salah satu tanda di atas, maka sudah saatnya mencari bantuan ahli dan melakukan screening tumbuh kembang anak agar tidak mendapatkan kendala tumbuh kembang di usia-usia berikutnya. Banyak orangtua baru menyadarinya setelah anak memasuki usia sekolah dan terkesan susah belajarnya. Bukan karena susah belajarnya tapi karena "tidak mampu".
• Diteruskan
Tes pemahaman bahasa untuk 18-24 bulan:
1. Tidak ada gesture dari mata, dagu, tangan untuk bantuan misalnya melihat ke objek atau ruangan yang dimaksud.
2. Tidak ada bantuan ketika anak bertanya ini, ini atau ini
3. Coba katakana "dek, mama haus" sekali saja tidak boleh berulang. Lihat reaksinya. Jika ia ke dapur dan mengambil gelas dan air dikasih ke mama. Itu baru disebut dengan paham bahasa.
4. Monitoring dengan kata-kata aneh. "dek, ambilkan mama fikula." Jika ia berusaha mencari ke ruangan, atau menunggu clue atau diam saja. Itu artinya "TIDAK PAHAM". Jika ia paham, ia akan bertanya "hah?" atau "apa itu fikula?" atau "apa itu?" sebelum mencari.
5, Silahkan mencoba, silahkan share reaksi masing-masing anak ya
usia 9-12 bulan mainannya containing play, wadah ke wadah, mangkuk ke mangkuk, botol ke botol, apa saja yang ada wadahnya., masukkin barang-barang, kenapa? Karena otak kita container. Untuk memasukkan Bahasa, informasi, apa saja ke dalam container kita yaitu? Otak! Apalagi container kita? Mulut.
12-18 bulan, functional play adalah permainan fungsi, bermain sesuatu sesuai fungsinya, anak harus kalem, diam, observasi apa yg terjadi di rumah dan melihat fungsi benda-benda. Kenapa? Karena kata dinamakan berdasarkan fungsinya. Gelas adalah sesuatu menampung air untuk kita minum. Kursi berbentuk apapun namanya kursi, sesuatu untuk kita duduk.
18-24 bulan membuat sesuatu seperti playdough jadi kue ulang tahun, lego jadi kereta api. kenapa? Karena kita berkomunikasi mengenai sesuatu yg tidak ada pada kita sekarang dan di sini. Jadi kita membahas misalnya tadi di pasar ada yang jambret. Itu kan kita bahasnya pas sampai rumah. tidak disini dan tidak sekarang. itulah yang membuat anak mengasosiasi apa yang ia buat sekarang dan yang pernah ia lihat. Playdough dan block salah satu paling popular.
24-36 bulanpretend play. Adegan ke adegan. anak jadi sutradara. Bahasanya: anak bercerita dari adegan ke adegan tanpa dibantu.
36 bulan ke atas role play Anak jadi sutradara dan pemain. Bahasanya: anak sudah banyak bernegosiasi dengan aktif
4 tahun permainan dengan peraturan. Anak sudah mengerti menang kalah.
Pretensi play dimulai dari memasak, merawat bayi nah barulah pretend play lainnya
Jika bayi melompat merangkak, itu bisa terjadi implikasi pembelajaran utama, seperti kesulitan berbicara, menulis, membaca, perhatian, memori, masalah pemecahan, dan lainnya.
• Keseimbangan otak kanan dan kiri belahan otak
• Peningkatan koordinasi & spasial kesadaran
• Keseimbangan otak belahan kiri/kanan
• Mengurangi stres
• Keseimbangan emosi
• Peningkatan memori
• Peningkatan kejernihan mental
• Penglihatan yang lebih baik
• Stimulasi sistem limfatik
- Aliran cairan tulang belakang otak yang lebih baik
- Ejaan, tulisan Pemahaman membaca
sketika anak merangkak, ini terstimulasi. Selain itu Ketika merangkak Apa yg terjadi?
Visual motor integration
Vestibular
Propioseptif
Koordinasi bilateral
Corpus callosum
Visual dekat jauh
Seperation dari orangtua
Otot bahu panggul dan core
Auditory
Kontak mata
Efikasi diri
Taktil
Tiga arah
Kunyahan semakin bagus
Itu efek merangkak jika benar polanya