Kamis, 16 Januari 2020

Anak enjoy ke dokter gigi tanpa rewel

Usia balita kerap sekali gigi susunya mengalami keropos dan tak jarang hingga gigi nya berlubang. Bisa di bayangkan bila gigi balita sedang berlubang. Kita yang dewasa merintih kesakitan, bagaimana dengan anak-anak apalagi usia balita ?
Seperti pengalaman yang pernah saya lalui mengajak anak ke dokter gigi karena gigi nya banyak yang caries dan ada satu gigi yang telah berlubang. Yap,, menangis meronta ronta, tak enak makan dan tak enak tidur. Berat badannya pun turun, padahal anak saya ini sangat susah naik berat badannya. Di usia nya 3 tahun ini tergolong sangat muda sekali sudah merasakan gigi nya berlubang.






Awalnya saya merasa heran, begitu antusias nya anak untuk menemui dokter gigi tanpa rewel ataupun mengamuk. Berikut adalah tips mengajak anak perawatan gigi ke dokter gigi :
1. Mencari rekomendasi dokter gigi
Memilih dokter gigi yang tepat di usia anak yang masih balita adalah sangat berpengaruh terhadap penanganan langsung dengan si anak, bagaimana dokter bisa menjalin komunikasi yang tepat agar anak berani tanpa paksaan saat bagian tubuhnya yaitu gigi sedang di sentuh untuk di periksa.
Pilihlah dokter spesialis gigi anak yang terdekat di kota anda ya moms,,, 

2. Memberi image buruk mengenai dokter
Jangan pernah lakukan hal ini ya moms, yaitu memberi kesan buruk tentang dokter yang identiknya tenaga medis memegang jarum suntik, gunting operasi, dll. Anak-anak tidak mengerti sama sekali siapakah dokter, apa peran dokter, mengapa kita harus ke dokter. Seperti halnya kita misal akan membeli hape merk A, namun kita sudah diberikan review orang lain yang menurutnya merk A kualitasnya bad dan padahal belum tentu merk A sangatlah bad lalu kita sudah terlanjur mendengarkan orang tersebut sehingga kita pun mengurungkan niat untuk membeli merk A. Yaa seperti itulah sama dengan anak-anak

3. Memberi pujian efektif untuknya
Setelah keluar dari ruang dokter , meski si anak respon nya sedih bahkan ada juga merasa senang.
Apapun suasana hati mereka stelah itu. kita bisa memberi apresiasi ke Mereka dengan ucapan terimakasih.
Terimakasih kakak hari ini sudah mau periksa ke dokter gigi meskipun tadi sedikit menangis tapi kakak sudah hebat.
Terimakasih kakak hari ini hebat pertam kali ke dokter gigi dan kakak bersemangat ..



Berikut ada foto dan video saat doi pertama kalinya ke dokter gigi. Semoga membantu tips dari aq ya moms 


Rabu, 08 Januari 2020

Tips nyaman mengendarai mobil keluar kota bersama anak tanpa asisten !!

Saat suami sedang sibuk dengan aktifitas kerjaan atau sedang menjalani hubungan jarak jauh dengan suami, atau mungkin para mommy yang tak punya asisten rumah tangga..
apapun kondisi terberat yang kita alami membuat kita harus lebih mandiri untuk menyikapi dan mencari solusi agar bisa mengatasi sendiri pekerjaan di rumah..
Bahkan ketika libur sekolah datang, anak-anak ingin berlibur atau sekedar mengunjungi rumah nenek, sungguh sangat menyayangkan bila melewatkan hari begitu saja bila hanya menunggu suami tiba di rumah. Banyak penyedia layanan travel ataupun Layanan antar kemana saja yang kita inginkan dengan menggunakan aplikasi grab atau gocar namun sungguh sangat disayangkan bila mobil yang ada di rumah tidak di gunakan..
Tak usah khawatir, Kita pun bisa mengendarai mobil bersama anak-anak tanpa perlu ada asisten berikut adalah tips tips nya..




Berikut adalah tips nya :
1. Ajak anak tidur lebih larut malam dari biasanya
Tidur lebih larut malam dengan beraktifitas yang mengalihkan dan membuat anak senang seperti bermain di taman, di arena bermain, menonton tayangan kesukaannya, ikut membantu memasak camilan dll akan membuat merasa lelah dan tidur pun sangat terlelap

2. Saat bangun pagi, bangunkan ia lebih pagi dari biasanya
Bangun lebih pagi dari biasanya, dan ajak anak aktifitas saat pagi hari agar ia tidak mengantuk lagi seperti bertanam, membantu cuci mobil, menyiapkan barang-barang yang akan di bawa dll. Bangun lebih pagi dari biasanya secara tidak langsung mempersingkat jam tidur nya. Sehingga bila ia sudah mulai mengantuk ia akan dapat tidur sendiri saat berasa di mobil.

3. Ajak sarapan bersama-sama dan dorong anak untuk menghabiskan makanannya
Dengan sarapan lebih dulu sebelum berangkat akan membuat ia bertenaga dan berada di mobil tidak merasa kelaparan

4. Bawalah snack dan beberapa mainan kesukaannya
Membawa snack & mainan favoritnya membuat ia nyaman berada di dalam mobil tanpa mengusik kita dalam berkonsentrasi mengemudi

5. Komunikasikan dengan anak sebelum dan selama diperjalanan nanti
Komunikasi dengan anak dengan membahas sebelum apa yang akan kita kerjakan bersama-sama dapat membuat anak tidak terlalu kaget, sehingga ia dapat mengira-ira bila nanti apa yang ia harus lakukan selama diperjalanan saat kita menyetir..

Tips ini bisa di terapkan pada anak usia 3 tahun ya moms .. yang mana di usia ini si anak sudah mengerti perintah dan aturan. Sehingga lebih kooperatif dan pengertian atas instruksi yang kita berikan. Dan cara ini berdasarkan pengalaman yang sudah ku jalankan untuk luar kota dengan jarak tempuh 2.5 jam. Selamat mencoba ya moms.

Sabtu, 04 Januari 2020

Mencintai sang pencipta

Metode parenting sangatlah beragam, bagaimana membentuk karakter anak adalah tergantung dari orang tuanya dan pengaruh yang sangat besar adalah lingkungannya. Jujur saja saya yang memang tergolong ibu baru sering kali timbul kecemasan terhadap anak terlambat dalam perkembangannya. memang penting menstimulus perkembangannya dan memberi nutrisi untuk pertumbuhan fisiknya tapi jangan mengesampingkan hingga melupakan untuk menanamkan iman nya agar bisa kenal hingga cinta penciptaNYA. Dan tanpa di sengaja saya menemukan tausiyah yang merujuk berkaitan tentang parenting berdasarkan fitrah anak. Kita pun bisa mendengarkan di app Spotify dengan akun “Hannah Indonesia” dengan pembicara Ustadz Adriano rusfi. Yang mana terdapat 3 episode dan berikut saya dapat rangkum secara garis besarnya..


Mencintai sang pencipta

pendidikan anak adalah menyiapkan Generasi peradaban
Mungkin banyak orang yang telah mengetahui bahwa menanamkan iman anak sejak dini adalah hal yg paling utama kita lakukan.
Didamping itu pun, banyak juga yang masih belum mengetahui hal ini. Bagaimana pentingnya iman yang didahulukan..

Semoga Allah mudahkan selalu ikhtiar kita dalam membangun generasi islami.
Tujuannya agar tertanam iman yang kuat pada jiwanya sehingga menjalankan kewajibanNYA pun tanpa dorongan dan tanpa paksaan pun dalam menghadapi kehidupan ia tau hal baik untuk ditiru dan hal yang tidak baik untuk di tinggalkan.

Bukankah kita ingin, anak-anak kita aman dari pergaulan yang menyesatkan ?
Karena anak-anak pun nantinya akan beranjak dewasa, dan kita pun tak mungkin bs mengawasi mereka selalu.
Bukankah setiap amal perbuatan baik buruk dari anak-anak kita bila aqil baligh nanti akan di pertanggung jawabkan di akhirat nanti (?)
Lantas siapkah anak-anak kita nanti beribadah tanpa dorongan dan paksaan dari kita, bahwa ia  beribadah hanya karena semata-mata menjalankan kewajibannya yang mereka lakukan krna kecintaan pada TuhanNya..

Mengajarkan anak sejak dini bahwa mencintai sang pencipta justru akan menambah keimanannya.
Tidak perlu menakutinya, untuk menjadi tunduk.
Tidak perlu buruk sangka, untuk menjadi patuh.
Bukankah Allah pun ingin sekali umatnya berfikir hal baik terhadapNYA (?)
“Aku adalah seperti yang mereka pikirkan..”

Ajarkan anak utk cinta dgn Allah. Bukan takut dg Allah.
Krn perasaan trtinggi adalah cinta.
Seperti halnya kita merasakan cinta nya dg pasangan, kita pun menjadi takut ia marah, tAkut tak suka, takut ilfeel, takut kecewa dll.
Nah kalau anak sudah saking cinta nya dg Allah, mereka pun pasti akan takut. Takut Allah marah, takut Allah kecewa dll.
Maka dr itu ajarkan utk cinta Allah.
Tujuannya agar anak sllu berpikir optimis..

Kita bisa mengajarkan saat anak di dalam kandungan hingga ia usia 7tahun.
Saat dalam kandungan, kita bs bacakan Alqur’an
Saat ia lahir, ayahnya yang mengadzani
Saat ia sudah bs bicara, ajarkan tuk mengucap laa illaha illallah
Dan sedikit demi sedikit kita ceritakan hal-hal yang berkaitan dengan Tuhan-NYA. Siapakah Allah, dimanakah Allah, apa saja sifat-sifat Allah.
Dan menceritakan keteladanan Nabi-nabi Allah.
Kaitkan dalam persoalan atau kesulitan yang sedang dialami dengan memohon dan mengharap kepada Allah dan menceritakan hikmah setiap keadaan.
Ajarkan Alquran dan menjadikan rutinitas ibadah dengan mengikut sertakan bersama anak.

Mengapa harus sejak dini?
Karena pemikirannya yang penuh imajinasi justru lebih mudah untuk kita arahkan melalui cerita, melalui keteladanan, melalui permainan.
Karena ada nilai keimanan dan nilai hikmah dibalik itu semua.

Ustadz Adriano pun menegaskan bahwa mendidik anak bukan serta merta menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab kita ke madrasah atau pondok pesantren ataupun rumah Tahfidz. Tidak ada jaminan bila mereka hafal Alquran usia dini dan sekolah di pondok dari dini dapat beribadah tanpa adanya dorongan. Sungguh sangat disayangkan bila beribadah tapi tidak tau makna nya kenapa harus sholat 5 waktu, puasa dll.. maka dari itu tekankan dan ajarkan rukun iman dan setelah itu rukun Islam nya. 

Bicara iman adalah bicara dg hati
Bicara ilmu adalah bicara dg otak
Otak pencipta keraguan bukan keyakinan krna sifatnya kritis dan Pencipta keyakinan adalah hati

Mempersiapkan hati tdk mudah, krn milik Allah.
Allah tlh membimbing imannya lewat hati
Sebagus apapun parenting tanpa doa itu adalah mustahil, Krna hidayah milik Allah yg ia berikan melalui hati .

Menyiapkan hati membangun empati atau kepedulian dg Melatih anak” mendatangi ke panti asuhan, mendatangi pedagang yg minim skali dan Bicara kpd anak dari hati ke hati, rasa, dan air mata
Contohnya Belajar ya nak, gak kasian bunda kah? Banyak lho yg ga bs sekolah. Km bs sekolah 
.
.
.
Hingga ia akan merasakan betapa nikmatnya iman yang berakar kuat dalam hatinya
Iman yang terpatri dalam sanubarinya
..
Yang melakukan hal kebaikan ia senang
Yang meninggalkan keburukan ia ringan
Yang menunaikan kewajiban menjadi tak malas
Pun mendapatkan musibah ia akan ikhlas
_________________________________________________________________________________________


Di kutip
Kajian Hannah Indonesia
Pembicara : ustadz Adriano Rusfi