Jumat, 22 April 2022

PERTOLONGAN PERTAMA BAYI JATUH


 moms selama di rumah berasa ada aja pekerjaan menanti ya.. apalagi moms yang punya anak lebih dari satu. kebayang kan ada aja segudang urusan domestik yang emang kita kudu balance kerjakannya disamping menjaga buah hati kita. 

sudah dijaga baik2, sudh di nina boboin bayi kita. baru aja di taruh di kasur, dan kita lanjutkan pekerjaan yang belum terselesaikan. eh si bayi bangun tanpa menangis. dan yaa..., dia mencoba turun dari kasur. walhasil terjatuh deh... itu pengalamanku sih ya moms.

nah lho moms, aku rasa buibu juga ngerasain hal yang sama denganku. udah dibikin lingkungannya safety tapi tetep aja kecolongan hal hal yang tidak diinginkan contohnya si bayi terjatuh ini. ketika bayi terjatuh. aku punya saran nih moms untuk kita tetap aman menolongnya. yuk di simak

Hati-hati jangan langsung menggendongnya. Pastikan dulu bagaimana kondisinya!

Yang pasti, saat si kecil terjatuh, jangan hanya mengkhawatirkan bagian kepala saja, karena semua anggota tubuhnya memiliki risiko yang sama untuk mengalami benturan yang dapat membahayakannya. Berikut penjelasan dr. Anna Tjandra, Sp.A dari RSAB Harapan Kita, Jakarta mengenai manajemen kecelakaan pada anak yang sederhana, yaitu:

* Menyaksikan langsung anak terjatuh

- Perhatikan bagian mana dari tubuh anak yang mengalami benturan.

- Ingat proses jatuhnya, apakah langsung menghujam ke lantai atau terbentur sesuatu terlebih dahulu baru ke lantai.

- Pastikan dari ketinggian berapa meter anak terjatuh dan media apa yang menjadi tempat pendaratannya.

- Lihat dan perhatikan baik-baik kondisi si kecil. Apakah setelah jatuh langsung menangis dan menggerak-gerakkan semua anggota badannya? Jika ya, kita bisa langsung menggendong untuk menenangkannya. Setelah ia tenang, baru lakukan observasi.

- Adapun observasi yang perlu dilakukan adalah:

+ Cari dan ingat bagian-bagian mana saja yang lebam/benjol/ memar di seluruh anggota badan bayi. Jika menemukan benjolan di kepala atau memar di badan, boleh diobati dengan obat antitrauma oles. Jika pada bagian kepala tidak ditemukan lebam atau benjol, tapi bayi menangis saat dipegang, larikan segera ia ke rumah sakit terdekat.

+ Coba gerakkan kedua tangan bayi, ke samping, ke atas, ke bawah, ke depan, lalu rentangkan dan angkat-angkatlah. Jika ada keluhan pastikan di tangan yang mana dan saat dalam posisi seperti apa. Ini sebagai bahan untuk dilaporkan ke dokter.

+ Lakukan hal yang sama pada kaki.

+ Tengokkan kepala bayi ke kanan dan ke kiri. Coba dekatkan dagu bayi ke dada secara perlahan. Jika ada keluhan catat sebagai laporan pada dokter.

+ Miringkan badan si kecil ke kiri dan ke kanan. Jika ada keluhan catat dan laporkan ke dokter.

- Observasi perlu dilakukan selama 2×24 jam. Jika dalam kurun waktu itu ada keluhan, apalagi sampai muntah dengan menyembur, segera larikan ke rumah sakit terdekat.

- Sebaliknya bila setelah jatuh dalam keadaan sadar tapi pasif (apalagi tidak menggerak-gerakkan anggota badannya) jangan mengangkatnya. Hubungi UGD rumah sakit terdekat atau 118 untuk minta pertolongan paramedis. Salah mengangkat dalam kondisi seperti ini dapat berisiko fatal.

* Jika menemukan si kecil sudah di lantai.

- Perhatikan keadaan bayi; sadar atau tidak, menangis atau tidak, dapat menggerak-gerakkan anggota badan atau tidak. Jika ia tidak sadar atau sadar tapi pasif, ingat jangan menggendongnya, tapi segera minta bantuan paramedis terdekat, UGD atau 118.

- Perhatikan dalam posisi seperti apa si kecil saat ditemukan

+ Jika dalam keadaan tengkurap kemungkinan besarnya aman. Tapi kita mesti melakukan pemeriksaan seputar bahu, kedua tangan, dada dan kaki. Caranya gerakkan tangan ke atas, depan, samping. Jika ada keluhan sakit segera bawa ke dokter.

+ Jika dalam keadaan telentang. Periksa dan perhatikan daerah kepala bagian belakang, leher, punggung, dan panggul, mulai dari tanda lebam atau merah, hingga keluhan sakit saat disentuh dan digerakkan seperti yang telah disebutkan di atas. Pastikan bayi tidak muntah atau mengalami penurunan kesadaran dalam 2×24 jam. Jika ada keluhan segera larikan ke dokter.

+ Jika bayi ditemukan dalam posisi miring, kanan atau kiri. Perhatikan dan periksa kepala, tangan yang menjadi tumpuan badan, juga kaki. Lakukan pemeriksaan seperti yang disebutkan di atas. Jika ada keluhan segera larikan ke dokter.

+ Jika ditemukan dalam posisi duduk. Periksa dan pastikan bayi masih sadar, biasanya menangis, dan mampu menggerakkan anggota badan. Periksa bagian panggulnya, ada tidak tanda memar, merah, atau sakit saat dipegang atau digerakkan. Jika ya segera larikan ke dokter.


* Pemeriksaan lain yang perlu dilakukan

- Dalam posisi apa pun jatuhnya si kecil, jangan lupa melakukan pemeriksaan mata. Baiknya menggunakan senter:

+ Masih bereaksikah saat kita senter matanya, mengedip, menutup matanya atau kaget. Jika tidak bawa segera anak ke rumah sakit.

+ Gerakan senter ke kanan dan ke kiri, masih mampukah bayi mengikuti gerakan sinar. Jika tidak ia harus segera dilarikan ke rumah sakit.

+ Perhatikan pupil matanya, apakah pupil mata yang kiri dan kanan sama besar/kecilnya saat kita senter satu per satu. Jika sama kita bisa bernapas lega. Bila tidak, bayi perlu menjalani pemeriksaan lebih lanjut, seperti CT Scan.

- Ukur dan pastikan si kecil jatuh dari ketinggian berapa. Sebab semakin tinggi pastinya gaya gravitasi bumi akan lebih kuat menarik si anak. Tentu efek yang ditimbulkan pun semakin besar.


EFEK POSISI JATUH

Di bawah ini kemungkinan- kemungkinan yang bisa terjadi pada bayi saat terjatuh. Dengan pengetahuan ini diharapkan orangtua bisa lebih memahami kondisi bayi bila terjatuh dan mampu melakukan pertolongan pertama yang benar:

* Jika kepala terlebih dahulu yang membentur lantai

Di sebelah mana pun benturan itu terjadi selama masih di kepala, kita perlu mewaspadainya. Tulang tengkorak bayi masih rapuh dan ia belum memiliki refleks untuk menahan dengan baik. Kemungkinan yang bisa terjadi, bayi mengalami fraktur atau retak/patah tulang tengkorak kepala, atau perdarahan di luar tengkorak atau di dalam tengkorak.

Perdarahan di luar dapat ditandai dengan adanya benjol/memar. Selama tidak ada fraktur, kondisi ini bisa dikatakan tidak parah. Rabalah ubun-ubunnya apakah menjendol atau tidak. Ubun-ubun yang menjendol menjadi tanda adanya peningkatan tekanan dalam otak yang dapat terjadi karena edema otak atau perdarahan.

Harap diketahui, bila tidak ditemukan benjolan/memar, tapi bayi menangis (atau justru tidak menangis dan langsung tertidur), tidak sadarkan diri, mengalami kejang/muntah- muntah (yang menyembur bukan gumoh), ada kecurigaan bayi mengalami perdarahan di dalam tengkorak kepalanya. Segera larikan ke rumah sakit terdekat.

* Jika dada terlebih dahulu yang membentur permukaan

Kalau tempat mendaratnya datar, kemungkinan risiko bayi untuk cedera lebih sedikit. Sebaliknya, tempat mendarat yang tidak mulus atau ada tonjolan yang tepat mengarah ke dadanya dapat mengakibatkan fraktur/parah tulang iga atau rusuk yang patahannya dapat mengenai organ paru-paru atau jantungnya. Untuk itu perhatikan apakah si kecil dapat bernapas secara normal atau tidak.

Umumnya jika bagian dada terlebih dahulu yang “mendarat”, secara alami tangan akan membuat perlindungan terlebih dahulu. Karena itu periksa juga kondisi tangan dan bahu bayi. Apakah ada pergelangan tangannya mengalami patah atau adakah sendi yang keluar (dislokasi) dari tempatnya. Periksa juga bagian kepala, khususnya dahi. Biasanya saat mendarat, sekalipun dada terlebih dahulu, kepala langsung menyusul membentur lantai.

* Jika panggul terlebih dahulu yang mendarat

Kemungkinan besar bayi akan mengalami dislokasi atau fraktur tulang panggul. Karena panggul berhubungan langsung dengan tulang belakang, dikhawatirkan ada saraf-saraf yang terjepit. Jika yang terjepit saraf kaki biasanya si kecil tidak bisa menggerakkan kakinya alias lumpuh.

* Jika yang mendarat kaki terlebih dahulu

Kejadiannya pada tiap bayi bisa berbeda. Jika ia sudah bisa berdiri pasti akan menahan tubuhnya dengan kaki lalu jatuh bersimpuh. Risiko kasus ini adalah dislokasi atau keseleo. Pada bayi di bawah 6 bulan meski belum mampu menahan tubuhnya, secara alami badan bayi akan terjatuh ke depan dan sebelum mendarat tangannya akan menjadi bumper.

* Jika yang mendarat bokong duluan

Berbahaya karena kaitannya langsung dengan tulang belakang dan dapatmengakibatkan patah pada tulang punggung bayi. Risiko lain, bila ada saraf yang terjepit bisa mengakibatkan kelumpuhan. Bayi yang ditemukan terjatuh pada posisi seperti ini jangan digendong. Biarkan paramedis yang melakukan pertolongan.

tetap harmonis bersama pasangan hidup

         

        Rasa kecewa & persoalan timbul karena seseorang/sesuatu hal yang terjadi tidak sesuai dengan ekspektasi (harapan). Misalnya: Secara tidak sadar terkadang kita mendambakan pasangan yang ideal, yg mengayomi, setia, romantis, pengertian, adil. Tanpa sadar bahwa kitapun kurang ideal. Coba tulis pria/wanita ideal seperti apa, berikan tanda dan nilai pada setiap poin yang masuk kriteria. Nilai lah sendiri dan minta pasangan dan orang dekat untuk menilai... Penasaran nggak?

        Ekspektasi/harapan boleh setinggi langit, namun perlu diketahui bahwa ekspektasi vs realita seringkali berbanding terbalik. Apapun masalahnya, bisa ekonomi, pekerjaan, impian masa depan, bahkan sekedar sesekali ingin pasangan bawakan pizza eh yang datang nasi goreng.

ekspektasilah yang realistis, yang dapat dicapai berdua, sepaham, sepakat, dan sehati. komunikasikan ekspektasi/harapan kita ke pasangan. tanyakan apakah hal itu dapat dicapai, tanyakan apakah mampu dia wujudkan. jika tidak, maka kita wajib menurunkan ekspektasi kita.

biasa dalam problematika rumah tangga diantaranya

- ekonomi

- komunikasi

- anak

- pekerjaan rumah

- seksual



EKONOMI

        Hampir smua orang mengalami hal yang sama, bukan hanya koluarga kita. Lalu apa yang harus dipermasalahkan, sebaiknya sama2 berpikir mencari solusi dan bukan saling menuntut. Lakukanlah pekerjaan sebagai bentuk rasa syukur dan bentuk terima kasih atas nafas yang sudah Allah berikan dengan cuma-cuma, sehingga bekerja tidak menjadi beban dan tuntutan. Baik bekerja di luar rumah maupun hanya sebagai ibu rumah tangga. Tubuh boleh lelah dan beristirahat. Namun hati harus tetap bersemangat dan optimis.

 

Komunikasi

        Banyak orang tidak menyadari bahwa teknik berkomunikasi perlu di kembangkan dan dilatih. Contoh : intonasi, reaksi saat mendengar hal yang tidak sesuai harapan, sikap tubuh saat merasa tidak nyaman atas ungkapan pasangan, dll. Sesungguhnya dengan komunikasi yang baik maka hasil yang didapatkan bisa mendekati yang diharapkan dan meminimalisasi miskomunikasi.

        Komunikasi antara pasangan satu dan lainnya bisa saja berbeda, maka perlu saling mendengarkan pendapat bagaimana cara berkomunikasi satu sama lain. Menghargai apa yang pasangan suka dan tidak suka.

 

Anak

            Pengasuhan anak dan mendidik anak adalah tanggung jawab berdua. Tentukan aturan bersama sehingga anak2 tidak kebingungan mengikuti aturan ayah/ibu. Demikian pula anak memerlukan figur kedua orang tuanya sebagai contoh. Kesibukan dan tuntutan pemenuhan kebutuhan ekonomi masa kin membuat waktu kebersamaan antara orang dan tua dan anak sangat minim sehingga anak hampir tidak merasakan kasih sayang orang tua dalam kesehariannya. Umumnya dapat bersama hanya di akhir pekan. Dengan kata lain, keseharian dan didikan anak bergantung pada pengasuhnya atau nenek kakeknya atau keluarga dekat dan bukan orang tuanya. Maka muncullah istilah "salah asuhan".


PEKERJAAN RUMAH 

            Bicarakan bagaimana pekerjaan rumah akan dikerjakan. Bagaimana peran pasangan & anak dalam mengambil tugs mengurus rumah karena rumah milik bersama dan demi kenyamanan bersama. Anak2 perlu diberikan arahan dan dilatih untuk mulai peka terhadap sekelilingnya, mulai dari hal kecil seperti membuang sampah pada tempatnya, menutup kembali pintu lemari setelah mengambil barang, merapikan mainannya, dll. Sehingga pada akhirnya mereka mampu melakukan hal yang baik dan benar secara otomatis.


SEKSUAL

            Bukanlah hal yang tabu untuk membicarakan kebutuhan seksual kepada pasangan. Terbuka atas fantasi seksual dan seberapa sering bisa melakukan hubungan intim merupakan salah satu hal penting untuk dibicarakan. Lebih baik saling memuaskan, daripada dipuaskan oleh orang diluar sana selama hal tersebut dilakukan dengan kesepakatan bersama. Tidak masalah siapa yang Memulai lebih dulu dan kendali siapa yang memegang kendali. Tentunya pasangan akan merasakan sensasi yang berbeda.





KOMUNIKASI

Bukan sekedar berbicara (verbal), tetapi juga dengan sikap, ekspresi, tatapan & sentuhan (non verbal). Komunikasi seperti halnya seni, masing2 pasangan memiliki selera dan gaya komunikasi yang berbeda. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan saat berkomunikasi dengan pasangan:

• BERPIKIR POSITIF

- hal ini penting demi menjaga hati agar tidak gundah dan mampu berpikir jernih dalam mencari solusi bersama.

• SALING MEMAHAMI 

- saling suarakan isi hati & saling mendengarkan pendapat. Saat mendengar pendapat pasangan, cobalah membayangkan berada di situasi pasangan untuk dapat memahami kesulitannya.

• SENTUHAN

- pelukan, genggaman tangan, ciuman di pipi/dahi terkadang mampu melukiskan perasaan dukungan dan rasa empati terhadap pasangan. Tidak melulu berhubungan badan.

• PUJIAN 

- semua manusia haus pujian. Begitu juga pasangan, perlu dipuji atas jerih payahnya, atas penampilannya, maupun hal2 kecil yang dilakukannya.

• PANTANG UCAP PISAH

dalam pertengkaran dan keadaan penuh emosi, tetap jaga perkataan jika tidak ingin menyesal. Ucapan adalah doa.

- NEVER SAY NEVER - hindari kata “Tidak akan lagi”, "jangan harap" dan sejenisnya. Sekali aja ada kata ini dalam hati, apalagi diucapkan, akibatnya akan menimbulkan rasa "Ilfil (llang filing)" alias hambar dalam percintaan, Karena hati dan pikiran dipenuhi rasa marah, kecewa dan tidak terlampiaskan. Akibatnya, aktivitas ranjang tidak lagi bergairah. Ujungnya pasti perselingkuhan & perceraian.


•  Allah NO.1 - 

masing2 mendekatkan diri pada TYME sehingga menjadi lebih tenang & dapat berfikir lebih jernih. Percayalah bahwa segala hal dalam kuasaNYa. Ingatlah bahwa segala hal di dunia ini hanya sementara, kekuatiran akan masa depan tidak menambah umur ataupun mempermudah masalah yang ada.

• KOMITMEN - 

pastikan bahwa suami istri memiliki landasan yang sama dalam menjalani pernikahan. Pernikahan tidak cukup hanya atas dasar cinta. Hidup setelah menikah membutuhkan komitmen yang kuat untuk tetap bahagia bersama sampai akhir. Pastikan pasangan memiliki tujuan akhir yang sama.

• KOMUNIKASI

dalam setiap persoalan, bayangkan diri kita di posisi pasangan sehingga bisa melihat dari sudut pandang yang berbeda. Jadi setidaknya kita bisa memahami keadaan pasangan. Tidak selalu persoalan diselesaikan dengan melihat sisi benar dan salah, terkadang persoalan terjadi karena perbedaan sudut pandang.

• MENGAMPUNI

manusia tak luput dari kesalahan. Sebelum mengampuni orang lain & keadaan yg tidak sesuai harapan, penting lebih dulu untuk berdamai & memaafkan diri sendiri atas apa yg terjadi & mengakui kesalahan. Persoalan muncul dari proses sebab akibat, maka jika ada persoalan maka ada andil dari pihak kita juga.

• KENANGAN UTK ANAK - 

apa yang bisa kita berikan untuk anak2? Harta & kekayaan bisa dicapai dan bahkan bisa musnah seketika. Ilmu & skill dapat dipelajari baik melalui institusi maupun otodidak. Anak2 tidak perduli makan apa hari ini asalkan tidak kelaparan. Tetapi anak2 sangat bahagia ketika dalam keseharian melihat ayah ibu nya bisa bercanda & tertawa bersama mereka.


Fase pernikahan yang akan dialami

  1. SALING KRITIK
  2. SALING MELAWAN
  3. SALING MENGHINA
  4. ORANG KETIGA
  5. EMOSI MELEDAK-LEDAK
  6. SALING MEMAAFKAN


• SALING KRITIK - 

terjadi saat ada tingkah dan kebiasaan pasangan yang tidak sesuai dengan harapan/keinginan kita. Bisa kebiasaan sepele sekedar salah meletakkan barang atau tidak suka nada bicara dan sikap saat di kritik. Pahami bahwa kritikan pasangan adalah kritik membangun agar kita jadi lebih baik.

• SALING MELAWAN - 

rasa tidak suka di kritik menimbulkan perlawanan meskipun di dalam hati. Lama kelamaan tersimpan menjadi peluru yang siap dilontarkan saat ada kesempatan. Bisa juga menjadi tembok diantara pasangan yang membuat salah satunya lari dari keadaan yang tidak nyaman dan memilih untuk tidak membahas persoalan. Tetaplah berpikir jernih, semua hal tetap harus dibicarakan, cari waktu dan momen yang tepat.

• SALING MENGHINA - 

setelah membangun tembok tinggi dan lari dari persoalan, salah satu akan menilai dan melontarkan kata2 untuk saling menyakiti.

• ORANG KETIGA - 

pernikahan yang mulai memasuki fase bosan dan jenuh dengan hubungan yang monoton apalagi kondisi ekonomi yang memicu pertengkaran membuat perasaan tak nyaman dengan pernikahan dan melirik rumput hijau diluar sana. PENTING!!

Disinilah peran KOMITMEN untuk tetap menjaga pernikahan sampai pada tujuan akhir. Hentikan pikiran untuk melangkah lebih jauh mengikuti emosi sesaat yang bisa merusak pernikahan. Jaga kepercayaan pasangan.

• EMOSI MELEDAK-LEDAK -

pekerjaan yang menuntut, anak2 yang sulit diatur, keadaan yang tak sesuai harapan, semuanya muncul dan menimbulkan stress dan menjadi persoalan yang seolah tidak ada habisnya membuat suasana hati naik turn. Emosi menjadi tidak terkendali. Ambil waktu untuk berdiam diri dan berdoa. Yakinlah semua nyaakan berlalu.

• SALING MEMAAFKAN

ketika semua persoalan sudah pernah dilewati bersama, akan ada waktu nya setiap pasangan bisa berdamai dengan diri sendiri, sehingga bisa saling mengerti dan menjaga hati masing2 untuk menerima keadaan.


                Fase tersebut telah dilalui, pada akhirnya pasangan kita adalah yang terbaik, yang paling mengerti diri kita. tidak perlu mencari orang lain dan menghabiskan waktu untuk memulai hubungan dari awal.

Kamis, 21 April 2022

komunikasi efektif dengan anak


        Membangun komunikasi sejk usia dini dengn bayi adalah hal yang penting ya mams. komunikasi di bulan bulan dan tahun-tahun awal sangat penting bagi bayi karena dinilai bayi mulai belajar kehadiran dari seseorang dan munculnya kepercayaan. hal ini penting untuk kesehatan emosional mereka, pertumbuhan dan perkembangan mereka serta hubungan mereka dengaan ibu dan ayah mereka.

        Saluran komunikasi yang dibuka selama bulan-bulan perkembangan sama pentingnya bagi seorang anak seperti halnya bagi orang dewasa. Jauh lebih mudah untuk menciptakan hubungan yang bermakna dengan bayi daripada orang dewasa. Bayi belum dapat berkomunikasi dan ketika mereka melakukan nya, tingkat emosinya terbatas. Sebagai orang dewasa, kita jauh lebih kompleks secara emosional dan dapat berkomunikasi jauh lebih banyak daripada bayi. Melalui anak usia dini kita belajar mengembangkan strategi emosional kita sendiri dan belajar bagaimana berkomunikasi dengan baik dengan orang lain.

        Melalui anak usia dini juga kita mempelajari pola bahasa kita sendiri dan bagaimana berhubungan dengan orang lain. Hubungan pertama yang dibentuk bayi dengan orang tuanya terbentuk melalui hubungan awal ini dan penekanan untuk membangun hubungan yang kuat selama waktu ini sangat penting.

        Penekanan ini menjadi salah satu alasan mengapa orang tua dari bayi baru sering menerima pelukan daripada ciuman di awal hubungan. Meskipun mungkin tampak lucu pada awalnya, pelukan akan memberikan bayi kenyamanan dan keamanan yang sangat dibutuhkan dan akan memperkuat ikatan antara orang tua dan anak.

        Perkembangan komunikasi pada bayi dapat lebih ditingkatkan melalui permainan komunikasi dua arah, atau berbicara satu sama lain sambil memandang satu sama lain. Jenis interaksi ini sangat penting bagi bayi dan orang tua yang berpartisipasi dalam permainan. Bayi dapat mempelajari nama-nama benda dan berbagai makna di baliknya dengan meniru orang tuanya. Selama waktu inilah anak-anak dapat mulai mengembangkan pemahaman tentang kosakata dan asosiasi kata.

        Area lain yang bisa Mam bangun komunikasi sejak dini dengan bayi adalah melalui tindakan "memandang" bayi. Seperti yang mam ketahui, bayi sering melihat orang tua mereka dan melalui tatapan ini mereka dapat belajar Banyak tentang dunia. Mam mungkin memperhatikan Bahwa bayi meniru posisi tubuh tertentu dan ini adalah kesempatan besar sebagai orang tua untuk berkomunikasi dengan bayi. Mam dapat belajar banyak tentang bahasa tubuh dan emosi orang lain dengan melihat bayi dan berkomunikasi dengannya.

 

*Pentingnya Berkomunikasi Dengan Bayi, dan Cara Melakukannya*

        Setelah lahir, bayi bisa berkomunikasi melalui senyum, tawa, atau tangisan. Saat ia merasa tidak nyaman. Namun, umumnya bayi akan lebih aktif berceloteh ketika usianya mencapai sekitar 7 atau 8 bulan.

        Pentingnya Berkomunikasi dengan bayi. dikarenakan Jauh sebelum bayi dapat berbicara. bahkan seiak dikandungan, ia juga sudah mampu memahami kata-kata yang sering diucapkan ibunya dan menangkap emosi yang dirasakan oleh orang di sekitarnya.

1. Mengasah kemampuan memahami dan merespons

Mungkin Mam tidak menyadarinya, tapi seperti yang telah disebutkan diatas, bayi sudah memahami secara kasar kata-kata yang diucapkan kepadanya lewat nada bicara dan mimik wajah. Walau Si Kecil belum sepenuhnya mengerti apa yang mam katakan, tetapi yang pasti, Si Kecil senang setiap kali mendengarkan suara Mam dan melihat Mam tersenyum kepadanya. Biasanya, bayi akan merespons dengan menoleh ke sumber suara, mengerjapkan mata atau bahkan tertawa

2. Mengasah kemampuan berbicara

Berkomunikasi dengan bayi juga bermanfaat untuk mengasah kemampuan berbicaranya. Hal ini karena bayi belajar berbicara dengan meniru suara yang didengarnya dan memperhatikan gerak bibir ibunya. Bayi mulai berbicara dengan menggunakan lidah, bibir, langit-langit mulut, dan gigi yang tumbuh untuk membuat suara, seperti teriakan oh dan ah. Kata-kata tersebut kemudian akan menjadi kata yang nyata, seperti mama dan papa atau mami papi. Tergantung mam ingin dipanggil apa ya. Selanjutnya bayi akan mengambil lebih banyak kata dari mam dan orang-orang di sekitarnya, sehingga dia mulai bisa membentuk kalimat dengan menggunakan 2-4 kata.

3. Mengasah kemampuan lain

Bayi yang diajak berkomunikasi juga cenderung akan lebih cepat menguasai kemampuan lain, seperti kemampuan untuk berinteraksi dengan orang lain, menghitung, membaca, menulis, dan mempelajari berbagai bahasa. Hal ini diduga karena dia sudah terbiasa merespons hal-hal di sekitarnya.



Tips Mengajak Bayi Bicara

Melihat pentingnya berbicara pada bayi, Mam perlu memperhatikan beberapa hal yang dapat membuat interaksi menjadi lebih menarik dan menyenangkan bagi Si Kecil, di antaranya

• Senyumlah sesering mungkin kepada Si Kecil.

• Tatap mata si kecil setiap kali mama  mengganti popoknya, menyusui, atau saat ia akan tidur.

• Respons Si Kecil setiap kali ia mengucapkan sesuatu dengan meniru apa yang ia ucapkan, meskipun kata-katanya belum jelas, seperti ma-ma atau bu-bu.

• Bicara sesering mungkin dengan kalimat yang pendek dan vokal yang jelas, misalnya Sayang mau makan?, Wah, dingin, ya?,  atau Papa pulang! dengan penuh ekspresi.

• Lihat dan tunjuk benda yang sedang Mam bicarakan, agar Si Kecil dapat dengan cepat mengasosiasikan kata yang Mam ucapkan dengan benda yang dimaksud.

• Ulangi kata-kata sederhana tertentu secara terus-menerus, seperti mama dan makan.

• Gunakan gerakan-gerakan tubuh untuk menguatkan kata-kata Mam, seperti mengepakkan tangan ketika mengucapkan kata burung atau membentangkan tangan saat mengucapkan kata pesawat.

• Bacakan dan perlihatkan cerita bergambar warna-warni sejak dini, karena sikecil akan gembira dan terstimulasi dengan melihat warna-warna dan mendengarkan suara mam.


Mam tidak perlu khawatir jika Si Kecil

belum menunjukkan tanda bahwa ia mengerti ucapan mam. Pasalnya, setiap bayi tumbuh dan berkembang dengan cara dan waktu yang berbeda-beda dan spesial. 

Penting untuk Mam ingat, berkomunikasi dengan bayi perlu dilakukan sesering mungkin setiap harinya juga peran ayah yang baik mendukung lancarnya komunikasi. Hal ini tidak hanya membuat Mam bahagia, tetapi juga akan makin mendekatkan hubungan Mam dengan Si Kecil, bonding yang kuat dan merangsang perkembangannya.

ada contoh nih mam dari aku, Waktu kafi ku gendong, neneknya ngasih tau sambil bawa barangnya. Semisal ngasih tau kalo ini wortel, dia lihat ke barang yang dipegang dulu baru liat neneknya yang bilang wortel.

ini merupakan contoh komunikasi 3 arah mam, memungkinkan dan mempermudah anak untuk mendapatkan kosa kata baru. Lebih bagus jika anak yg ambil sendiri barangnya ya mam.

        Sedikit cerita saat kakaknya sekitar  masih umur 12 bulan. dikasih  hp dan nonton tv / youTube sama pengasuhnya itu usia 12 bulan. Awalnya aku juga ingin sekali kasih hp waktu dia bayi apalagi kalo aku sibuk tapi mengingat dampaknya aku tahan tahan. dan pengasuhnya aku beri tau untuk stop semua gadget. Alhasil saat usia 13 bulan kosa katanya sudah lebih dari 30 kata. dan saat usianya 26 bulan sudah pandai dan hafal menyanyi >5 lagu anak-anak. juga saat usia 30 bulan sudah hafal surat alfatihah.

    Kesimpulannya sih, Banyak membaca dan mempelajari teori itu perlu untuk melihat tumbang anak tapi kembali lagi perhatikan betul betul tingkah lakunya karena ibulah yang paling mengenal si kecil. Setiap anak istimewa ya mam. Untuk komunikasi fokus kepada komunikasi 3 arah, pelafalan kata yang benar dan bangun bonding dengan ayah dan ibu setiap hari. Semoga anak-anak kita tumbuh dan berkembang dengan baik ya mam.