Senin, 08 Agustus 2022

Kewarasan emak adalah hal yang mutlak untuk keutuhan biduk rumah tangga .. Oops seperti apa sih

         

                Hai moms..,Kali ini aku ajak ngobrol tentang KEWARASAN EMAK.  Kewarasan emak?

itu sebenarnya terdiri dari 2 aspek.

            1.  Pengasuhan anak

            2. Hubungan dan komunikasi pasutri

2 hal itu pasti akan saling berhubungan dalam hal mewujudkan kewarasan. Namun, sebenarnya KEWARASAN BISA DATANG DARI DIRI SENDIRI. Faktor yang mengganggu Kewarasan Emak itu datang dari 2 arah.

            1 Diri Sendiri

            2 Luar Diri


1 Diri Sendiri

Rasa insekyur yang biasanya datang dari dalam diri Emak adalah:

> Rasa Jenuh dan Bosan 

            Melakukan kegiatan yang sama setiap hari dalam 24jam seminggu sebulan bertahun. Wakwakwak. Rasa ini sangat wajar dan pasti dirasakan oleh Emak dalam mengurus anak. Rasanya setiap hari itu-itu aja pokoknya. Monoton. Membosankan.

Saran:

1. Coba temukan hal yang Anda sukai

2. Sesuatu yang meski gagal, tapi Anda tidak merasa kapok melakukannya, tapi justru tertantang

3. Kalau sudah nemu, perdalam kegiatan tersebut. Bisa dengan belajar lebih jauh dari internet, atau cari komunitas yang mendukung di media sosial.

   Sebenarnya sudah tahu kegiatannya, tapi mau ngelakuin selalu mager. lya, paham. Hidup memang pilihan. Kalau lebih memilih bermalas-malasan, jadinya justru merasa hidup begini-begini aja. Sebaliknya, ketika kita menyingkirkan rasa malas dan melakukan kegiatan yang kita suka, justru hidup kita terasa akan lebih berwarna.

4. Kalau sudah nemu dan memperdalamnya, jangan lupa ciptakan tantangan.

5. Rasa bosan akan hilang dan musnah terutama saat hal yang kita sukai itu dibutuhkan dan dinikmati oleh orang lain. 

        Perasaan bahwa kita dibutuhkan orang lain lah yang membuat kita bertahan dalam melakukan segala hal. Termasuk mengurus anak, suami, dan rumah. Jangan merasa jadi ibu atau/dan istri yang gak sempurna. Padahal kalo dipikir, emang Anda ingin jadi yang sempurna? Eh.. Berani amat pengen menyamai Tuhan? Yakin loh? Kita ini manusia, suami juga manusia, anak juga manusia. Manusia mah ga bakal ada yang sempurna.

        Tapi, si Fulanah bisa masak sambil kayang!"  Tau dari mana? Dari medsos? Yaah, reel is not for real,_ Mak!. Semua yang kita lihat di balik layar, mau layar HP atau layar TV, itu semua bisa jadi hasil editan atau memang disengaja begitu, alias bukan natural, bukan yang alami, semua demi konten. Dahlah.

           "Tapi, beneran, Iho, si Fulaninah itu bisa tetap berkarya, padahal anaknya no-screen! Gak pakai ART pulak!" & Anak Fulaninah, kan? Bukan anak Anda, kan? Pribadi anak beda-beda juga keles! . Bisa jadi, Fulaninah begitu karena kebetulan anaknya anteng dan ga banyak gaya kaya anak Anda.

             "Beruntung ya Fulaninah dapet anak anteng-anteng" . Anda juga beruntung punya anak yang kebanyakan gaya seperti sekarang. Belum tentu, Anda cocok jika punya anteng begitu. Bisa jadi, Anda akan jenuh dan bosan. Andai anak anda terlalu anteng seperti anak Fulaninah. Percayalah, *anak kita itu sudah di-setting__ oleh Yang Maha Kuasa untuk jadi titipan buat kita. Spesifikasi anak sudah disesuaikan dengan spesifikasi emaknya masing-masing.

            Demikian juga, saat merasa kita terlalu jahat pada anak. Inshallah, anak kita memang sudah ditakdirkan untuk siap menghadapi emak macam kita. Merasa anak kita tidak keren seperti teman-temannya. Prestasi, skill, performa anak kita dengan anak lain atau teman sekolahnya yang terlihat berbeda. Harus diingat, itu semua dipengaruhi banyak faktor, di antaranya:

Faktor Eksternal Anak: Ekonomi, populasi di rumah, lingkungan sehari", dsb.

Misal: Sama-sama anak tunggal, ada yang hidup dengan orang tua dari Ayah Ibunya, ada juga yang tinggal dengan ibu yang stay at home, dan ada pula yang hidup bersama orang tua bekerja. Itu semua akan menghasilkan output yang berbeda.

Faktor Internal Anak: Kepribadian, kecerdasan majemuk, gaya belajar

Misal: Sama-sama anak sulung, akan berbeda behave dan cara berpikirnya jika dia introvert, atau ekstrovert. Sama-sama Introvert, atau ekstrovert, Sama-sama perempuan sulung introvert, akan beda sikapnya jika yang satu memutuskan suatu hal berdasar pengalaman, dan lainnya mengikuti insting.

1. Kepribadian

MBTI adalah singkatan dari The Myers Briggs Type Indicator. MBTI merupakan sebuah cara untuk mengetahui cara seseorang mengolah informasi, mengambil keputusan, atau memandang sebuah masalah yang ada. Terbagi menjadi beberapa:

Introvert (I) atau Esktrovert (E) : Cara seseorang memusatkan perhatiannya.

Sensing (S) atau Intuition (N) : Cara seseorang memahami sebuah informasi.

Thinking (T) vs. Feeling (F) : Cara seseorang mengambil keputusan.

Judging (J) atau Perceiving (P) : Cara seseorang merespon dunia sekitar.


            "Mengapa Fulan nilai Matematikanya selalu unggul dan anakku tidak?" Dan itu bukan berarti anak tidak pandai dan payah. Coba lihat kecerdasannya yang lain. Siapa tahu dia tidak unggul dalam hal hitung-menghitung tapi sangat unggul dalam hal melukis, berempati, dan problem sloving.

2. Kecerdasan Majemuk

Kecerdasan majemuk ini menunjukkan bahwa dibalik keterbatasan siswa juga terdapat kelebihan yang belum tereksplor dengan baik. (Sumber Wikipedia). Ada banyak kelebihan yang bisa orang tua fokuskan, tidak hanya matematika atau bahasa Inggris.

3. Gaya Belajar :

  • -visual,
  • - kinetik,
  • - auditori,
  • - perpaduan 2 dari 3 gaya di atas

Ini bukan hanya buat anak, tapi juga buat emaknya, bapaknya, siapa pun. Manusia pasti punya gaya belajar masing-masing yang berbeda satu dengan lainnya.


Sumber:http://bundafzr.blogspot.com/2017/09/bunda-sayang-games-level-4-mengenal.htmI?m=1

Sumber lain yang bisa untuk dibaca-baca:

https://www.ibupedia.com/artikel/balita/4-gaya-belajar-anak-dan-bagaimana-mengarahkannya

https://www.ibuprofesional.com/post/tips-memahami-gaya-belajar-anaktips-memahami-gaya-belajaranak


            Kendala dalam pemahaman terhadap pelajaran juga bisa disebabkan oleh pendekatan pembelajaran yang kurang sesuai. Anak auditori akan lebih mudah belajar dan memahami materi dengan cara mendengar, anak visual dengan cara melihat, dan anak kinestetik akan mudah paham dengan penjelasan dengan gerakan.

            Seorang anak yang tampak sulit memahami suatu materi pelajaran tidak berarti dia bodoh dan payah. Manusia memiliki kecenderungan dan keunikan masing-masing. Tidak ada anak yang payah dan tidak berguna. Tuhan tidak akan menciptakan suatu yang sia-sia.

Ketidakwarasan yang berasal dari luar ini bisa dari dalam keluarga: suami, medsos

Suami

 Mengasuh Anak

Suami ini partner kita, ya, Bun. Partner dalam bikin anak, dan urus anak. Tapi, kadang emak-emak itu emang galau. Suami disuruh jaga anak, giliran anak diserahin ke suami ada aja protesnya. Protes anak dikasih HP, protes anak dimarahin ngomel ke anak. Lah, itu kan anak suami juga, kenapa jadi ga terima kalo anak dimarahin suami coba?!

Suami itu laki-laki. Laki? gengsinya gede banget. Saat sekali dia diprotes dan disalahin, harga dirinya akan tercoreng. Dia ga akan mau bantuin lagi. Jadi, kalau ada yang bikin emak ga sreg dengan tingkah suami, diem aja. Kalo ada akibat yang kurang enak, biar dia lihat sendiri akibat dari perbuatannya.

Emak fokus buru-buru membenarkan apa yang kurang sesuai. Biar suami tau yang kita mau seperti apa dengan melihat langsung contohnya. Kalau cuma disuruh-suruh pake mulut? bisa jadi yang interpretasikan dalam otak suami beda. Nanti ribut lagiiii...wakwakwak

Tidak Peka Laki? yang peka itu kaya jin. Ada, tapi gak tau di mana. Wakwakwak. Hanya di drama-drama korea kayanya. Laki-laki yang kasat mata adalah manusia yang selalu gak peka. Dikode-kode  minta bantuan, cuek. Disindir-sindir minta ditolongin, mata tetap menatap layar HP.

Sampe lelah si Hayati.

Kemungkinannya:

1. Gak mau bantu karena takut salah. Dia kan gengsian kalo salah, ancur lah kelakiannya. 

2. Ngandelin istri. Istriku kan pinter, pasti bisa lah urus galon sendiri! Muke lu jauh! | 

Saran yang bisa dicoba:

1. Minta dengan jelas dan detail bantuannya dengan cara: MENDATANGINYA, Mencoleknya sampai dia lihat muka kita Sampaikan niat kita yang detail kalo bisa yang lengkap 5W1H (apa, di mana, kapan, siapa, gimana, kenapa), Lengkapi dengan mengatakan: SEKARANG atau SEGERA.

2. Suami tetep ga peka untuk bantuin. Ya, banyak! Bukan suami Anda saja, suami saya juga pasti sama saja.

Saran yang bisa dicoba: ANGGAP SUAMI ENGGAK ADA. Lagi jauh, misalnya. Lagi LDR kerja di Korea, misalnya. (Jadi stuntmannya Lee Min Ho) Selama ini, emak-emak berpikir bahwa suami itu harus membantu dan menolong. Kalo ga ada suami, ga ada pertolongan dan bantuan. Padahal, pertolongan itu HANYA dari Tuhan medianya bisa lewat siapa saja, salah satunya suami.

Jadi, inshallah, dengan pertolongan Allah kita pasti bisa melakukan semua. Tapi capek  Mak, kalau semua-mua kita lakuin sendiri! Buat apa punya suami? "Rezeki itu pasti, Kemuliaanlah yang kita cari". Lelah, itu pasti, karena kita manusia biasa. Tapi, Allah nggak akan membebani yang di luar kemampuan kita.

Gak usah mikir, Enak aja suami enak-enakan di rumah. Gak usah. Biarin aja. Kita fokus pada kewajiban kita, maka Allah akan memberikan kita kemuliaan. Kalau kita mulia di mata Allah, inshAllah, Allah akan selalu memudahkan dan melancarkan urusan kita. Aamiin


Media Sosial

Ketidakwarasan bisa datang dari dunia maya. Lihat status teman-teman anaknya sudah bisa manjat tiang sutet sampe tinggi (buset dah!), lalu emak galau, Kok anakku cuma bisa manjat galon? Buat apa risau, Mak? Semua yang di status itu 80% pencitraan, 20% fakta. Sumber dari mana? Dari aku sendiri lah! Wakwakwak.

Saran yang bisa dicoba:

Fokuslah memakai media sosial untuk menambah ilmu. Scroll nya akun informasi, akun gosip eeh... wkwkk nggak sih say.. akun-akun yang berfaedah aja penghibur hati


Luar keluarga: teman, tetangga, saudara

Kegalauan emak juga bisa datang dari pihak-pihak luar yang provokatif. Ga usah risau dan galau. Tetapkan visi misi dan prinsip keluarga kita, Mak. Ajak suami berdiskusi. Kalau ga mau, ya kita aja sendiri. Kita ingin jadi Ibu yang seperti apa untuk anak kita? Kita ingin anak-anak kita jadi anak yang seperti apa? Aku suka dengan anak yang begini, jadi aku ingin membuat dia seperti ini. Aku akan suka jika anakku seperti ini, tapi kok dia begitu? Maka, aku harus bagaimana, ya?

Sesuaikan tujuan dan target pengasuhan kita dengan kepribadian dan kondisi anak serta orang tua masing-masing. Teori-teori parenting itu banyak. Pilih, ambil, dan tentukan sendiri parenting yang terbaik untuk kedua pihak, yaitu orang tua dan anak.

cukup sampai disini pesan ku ya emak-emak sholiha. semoga bisa mewaraskan pikiran dan kegundahan hati .

Minggu, 07 Agustus 2022

perkembangan bahasa yang berpengaruh penting pada minat baca tulis anak . ortu wajib BACA

Pematerinya Yasmine Nur Edwina, M.Psi, Psikolog

                Membaca dan menulis bisa diperisapkan semenjak dini. Konsepnya ada 2 yaitu ketrampilan pra membaca dan ketrampilan pra menulis. Ketrampilan Pra Membaca penting untuk dipahami bahwa anak harus punya kosakata, pengetahuan tentang huruf, pengetahuan tentang bunyi hurufnya, pemahaman cerita, pemahaman tentang arah, pengetahuan tentang buku, pemahaman berbicara dan berinteraksi. 

                Kosakata penting karena ketika anak belajar membaca pasti harus tau makna dari kosakata itu. Pengetahuan tentang buku misal dia tau judul itu letaknya dimana, bisa buka lembar tiap halaman. Pemahaman tentang arah kayak atas bawah, kiri kanan, depan belakang. Contohnya kalo baca itu dari kiri ke kanan. "Ayo baca kalimat yang atas baru kalimat dibawahnya."

                Ketrampilan Pra Menulis gak sesimpel pegang pensil terus tulis-tulis. Tapi butuh kekuatan tangan, menggenggam, keerelinasi mata dan tangan, dan memahami gambar dan simbol-simbol.

Nah cara ortu menstimulasi:

1. Stimulasi Bahasa

Sebelum bisa menulis anak kan harus bisa baca nah bisa baca artinya harus banyak kosakata yang dimiliki. Jadi ortu kudu cerewet, gunakan kosakata yang beragam dan gesture.

2. Membacakan Buku Cerita

3. Mengajak anak ke tempat-tempat baru. Misal lihat buku-buku baru bisa memperkaya kosakatanya. Lalu struktur kalimat harus baik dan benar.

4. Pembatasan penggunaan gadget


yang bisa dilakukan untuk ketrampilan literasnya yaitu:

- menirukan tanda-tanda, logo, huruf, dan simbol disekitar. Misal logo Indomaret. Jadi dia tau kalo itu logonya Indomaret bukan berarti dia bisa baca hurufnya ya mak. Tapi dia tau itu logonya Indomaret. Jadi pengenalan logo itu penting untuk menstimulasi pa membacanya.

- menggambar dari awalnya corat coret jadi bisa buat lingkaran, bisa buat garis vertikal horizontal. Nah, sebetulnya kita gak tau itu gambar apa cuman anak bisa menceritakan itu gambar apa yang dia gambar

- biarkan anak untuk memilih apa yang dia baca dan apa yang dia gambar. Kayak pura-pura baca aja itu udah termasuk mulai belajar untuk membaca.

- pengenalan huruf gak papa dikenalkan sejak usia 2-3 tahun asalkan dikenalkan dengan cara yang menyenangkan. Nah, di usia 3 tahun udah bisa dikenalkan dengan huruf-huruf yang menyusun namanya. Misalkan nama anakku Adin. Diajarin namanya itu A-D-I-N.Bisa main pake pasir buat gambar. Pake lilin (malam) ngebentuk huruf yang menyusun namanya.


                Nah ide idenya bisa dicari di pinterest atau google. Keywordnya Ide pra membaca anak, ide pra menulis anak. Atau pre reading activity for toddle, pre writing activity for toddler.



            Manfaat jalan nyeker apa Mak? Aku blm tau ini. Nyeker karna sensor saraf semua adanya di kaki, jadi nyeker sangat membantu stimulasi saraf saraf motorik. 

Harus perbanyak main play pretend, harus perbanyak main yg menyimpan brg ke kontainer, dri situ baruu deh bisa masuk bahasa. Trus uda bukan umurnya kita nyerocos mulu, menurut terapisnya kita harus nunggu anak kontak mata dengan kita untuk kasi tau apa itu barangnya.

            Dalam penulisan ini anak belum menemukan bahasa, kurangi bantuan orangtua dalam keseharian dan biarkan anak mandiri. Anak belum menemukan bahasa karena belum merasakan "seperation" yang matang dan membuatnya merasa membutuhkan bahasa. Tunjukkan ketidakpahaman orangtua misalnya anak memberikan botol untuk dibuka tapi memberikan verbal, orangtua menerima saja botolnya karena secara gestur ia berikan botolnya. Jadi ketika orangtua sudah memahami ia mau membuka botol tanpa verbal, bahasa tidak pernah terjadi.

            Apakah merangkak anak sudah optimal dan lama ketika fase 1 tahunnya? Sudah diberikan di landasan keras sepanjang hari di lantai keras? Hal itu akan banyak membantu babblingnya karena babbling ke suku kata dipengaruhi koordinasi motoric kasar tubuhnya yang membuatnya lebih luwes dan mengujarkan kata-kata. 

            Hati2 dalam berkomunikasi, tunggu kontak mata 3 arahnya baru berikan makna. Kemudian dipanggil tidak menoleh bisa jadi banyak hal, bisa jadi sense of selfnya belum maksimal dan juga bisa jadi ia kesulitan di motoric halusnya yang juga membuat kontak matanya sulit tercipta. Usahakan semakin berjauhan dalam hal jarak di rumah dan lama-lama sampai ia bisa ditinggalkan dengan orang yang Jarang ia temui.

Tips agar Si Kecil menemukan bahasa:

1. Fasilitasi dengan objek-objek yang sesuai dengan ukuran dirinya, yang tidak berbahaya (mainan dengan tema sehari-hari yaitu masak dan memandikan bayi), sehingga ketika ia difasilitasi. la bisa menterjemahkan apa yang ia observasi ke dalam permainannya.

2. Melakukan kegiatan di rumah dengan pelan-pelan dan tidak terburu-buru. Sehingga Si kecil mempunyai kesempatan untuk mengobervasi kejadian yang terjadi dan bagaimana melakukannya.

3. Biarkan Anak merasakan proses yang terjadi pada tubuhnya sendiri (proses lapar, capek, marah, sedih, senang) sehingga ia menyadari bahwa ia sendiri mampu mengerti dirinya tapa butuh bantuan orang lain.

4. Percaya bahwa Si Kecil sudah berkembang dan menjadi seorang individu yang mampu mengerjakan semuanya sendiri secara mandiri.

5. Hindari ngomong terus-terusan ketika anak tidak aktif meminta bahasa

6. Hindari pertanyaan "apa ini?", "coba sebut dulu, apa ini"


Kemampuan Bahasa dipengaruhi dua factor

1. Individuasi anak: levelnya adalah attachment (0-12 bulan), separation (12-18 bulan), individuation (18 ke atas) temenan (3 tahun)

2 Simbolik: kemampuan anak mengobservasi dan menterjemahkan ke permainan dia (bukan diajari! Syarat anak observasi? Diam dulu, kalem dulu. Masih aktif? Banyak masalah perkembangan di bawah 12 bulan belum matang). Levelnya 9 bulan permainan wadah, 12 bulan permainan fungsi, 18 bulan, membuat sesuatu misalnya lego jadi kereta api, playdough jadi kue. 24 bulan pretend play cerita adegan ke adegan 36 bulan role play, dan 4 tahun permainan dengan peraturan

3. Pertemuan kedua hal tersebut barulah Bahasa. Yaitu ada lawan bicara dan ada topik yang dibicarakan yaitu perasaaan, kehendak dan pikirannya. Dimana. 9 bulan kontak mata tiga arah, 12 bulan-18 bulan 2 suku kata, 18-24bulan the discovery of language. Mengerti apa itu Bahasa. 24-36 bercerita adegan ke adegan. 36 bulan sudah jadi tukang atur-atur ketika berteman 48 bulan sudah mampu menjelaskan peraturan permainan.


The discovery of language

                "Penemuan Bahasa" membukadunia dan jendela baru bagi Si kecil. Dimana Si Kecil akhirnya mampu mengekspresikan diri, mengucapkan kata-kata dan kalimat untuk bertukar ide/pikiran dengan individu lainnya. Hal ini merupakan langkah penting dalam perkembangan kepribadian anak. Ini membutuhkan kemampuan imajinasi/berpikir di satu sisi dan di sisi lain, keinginan untuk mengatakan sesuatu kepada individu lainnya. Sayangnya tidak semua anak mampu "menemukan bahasa” dengan segera.


Kemampuan kompetensi simbolik dan juga kemapuan kompetensi individuasi.

                Kemampuan kompetensi simbolik merupakan kemampuan observasi Si Kecil melihat kejadian di sekitarnya dan ia terjemahkan dalam bentuk aktivitas dengan objek terdekatnya (bermain). Kemampuan individuasi adalah proses Si Kecil menjadi seorang individu (proses penemuan "aku") yang baik dimana Si Kecil memahami bahwa ia seorang individu yang punya keinginan, perasaan dan pikirannya sendiri. Dalam hal ini, Si Kecil butuh mengembangkan kemampuan bahwa objek yang ia sukai dan ia butuh menyampaikan kepada individu yang tidak memahami keinginannya. Si Kecil akhirnya menyadari ada suatu alat yang ia bisa pakai yaitu "bahasa". Ketika Si Kecil menyebut nama objek yang yang ia maksud, objeknya datang ke dia. la segera mempelajari bahwa "BAHASA MENGUBAH DUNIA".

                Ketika Si Kecil menemukan bahasa, terjadi lonjakan kosa kata pada Si Kecil karena ia sendiri yang ingin mengetahui lebih banyak lagi objek yang ada di sekitarnya. Apalagi objek yang menjadi favoritnya. Hal yang sama juga ketika Si Kecil berusaha menyampaikan perasaan dan juga pikirannya kepada individu/lawan bicara di depannya. Ketika kemandirian Si Kecil belum terjadi, yaitu ia masih biasa dilayani maka ia tidak mengerti bahwa ia punya "kebutuhan", "peraaan" dan "pikiran". Terutama Si Kecil masih pada level attachment (level di usia 1 tahun dimana Si Kecil selalu membutuhkan orangtua/pengasuh untuk memenuhi kebutuhannya) dan belum melewati proses separation dan menjadi individu yang mandiri. Sehingga Si Kecil tidak perlu menyampaikan apa yang IA BUTUHKAN/INGINKAN kepada orang yang SELALU MENGERTI dirinya. Karena sebelum la menyadari terjadinya proses dalam dirinya, la sudah dilayani  oleh individu yang selalu memahaminya .

Apakah duduk w sitting?

Apakah jalan jinjit?

Gampang terjatuh?

Gampang menabrak?

Barang sekitarnya mudah terjatuh?

Tidak bisa duduk diam dalam jangka waktu lama

Bungkuk

Menopang dagu

Sering tidur-tiduran


Monitoring motoric halus:

Sulit menggunakan benda misalnya membuka botol sendiri,

mengancing, membentuk playdough

Genggaman terlalu lemah

Genggaman terlalu kencang

Kesulitan menulis lama/Si Kecil beralasan terus untuk menulis

Sulit menggunting/ketika menggunting harus dipegangin kertasnya.


Monitoring sensory:

Terlalu aktif

Sering berputar

Terlalu pasif

Takut ketinggian bahkan yang tidak terlalu tinggi

Sering memanjat

Sulit mencari barang yang diminta

Tidak langsung menoleh ketika dipanggil

Jika ada makanan basi atau amis, tidak menjadi masalah untuknya

Menolak masuk suatu tempat karena bau tempat tersebut

Terlihat sering mengendus benda

Ketakutan ekstrim pada gelap

Kaget dengan suara kencang

Sering berjongkok

Pemilih makanan

Menolak bermain sesuatu yang lengket

Tidak tahan kotor

 

Monitoring bahasa:

12 bulan belum ada satu kata bermakna

18 bulan belum ada 10-20 kata

24 bulan belum berkalimat

36 bulan belum bercerita tanpa bantuan

48 bulan belum bisa menjelaskan permainan menang kalah ke temannya tanpa bantuan


Monitoring socio-emosionalnya:

18 bulan belum mengenali namanya dan tidak bisa jauh dari orangtua

24 bulan masih disuapin dan diingatkan minum

3 tahun belum bisa bermain disamping temannya dengan mainan yang sama

4 tahun belum bisa berinteraksi dengan kooperatif

5 tahun belum mengerti permainan menang kalah

Gampang tantrum dan frustasi

Gampang menyerah

Ngotot dengan apa yang ia mau

Menarik diri

Cemas

Tidak peduli dengan perasaan dan keinginan temannya

Perfeksionis

Tidak peduli dengan lingkungan berantakan atau tidak setelah 24 bulan.


Monitoring Kognitif :

Di usia 18 bulan Belum bisa menggunakan barang sesuai fungsinya 

Di usia 24 bulan belum bisa membentuk sesuatu seperti kue ulang tahun atau kereta api 

Di usia 36 bulan belum bisa menjadi sutradara dalam pretend play tanpa bantuan

Di usia 4 tahun belum bisa bermain role play

Di usia 5 tahun belum mengerti permainan menang kalah

                Jika ada salah satu tanda di atas, maka sudah saatnya mencari bantuan ahli dan melakukan screening tumbuh kembang anak agar tidak mendapatkan kendala tumbuh kembang di usia-usia berikutnya. Banyak orangtua baru menyadarinya setelah anak memasuki usia sekolah dan terkesan susah belajarnya. Bukan karena susah belajarnya tapi karena "tidak mampu".

• Diteruskan

Tes pemahaman bahasa untuk 18-24 bulan:

1. Tidak ada gesture dari mata, dagu, tangan untuk bantuan misalnya melihat ke objek atau ruangan yang dimaksud.

2. Tidak ada bantuan ketika anak bertanya ini, ini atau ini

3. Coba katakana "dek, mama haus" sekali saja tidak boleh berulang. Lihat reaksinya. Jika ia ke dapur dan mengambil gelas dan air dikasih ke mama. Itu baru disebut dengan paham bahasa.

4. Monitoring dengan kata-kata aneh. "dek, ambilkan mama fikula." Jika ia berusaha mencari ke ruangan, atau menunggu clue atau diam saja. Itu artinya "TIDAK PAHAM". Jika ia paham, ia akan bertanya "hah?" atau "apa itu fikula?" atau "apa itu?" sebelum mencari.

5, Silahkan mencoba, silahkan share reaksi masing-masing anak ya

usia 9-12 bulan mainannya containing play, wadah ke wadah, mangkuk ke mangkuk, botol ke botol, apa saja yang ada wadahnya., masukkin barang-barang, kenapa? Karena otak kita container. Untuk memasukkan Bahasa, informasi, apa saja ke dalam container kita yaitu? Otak! Apalagi container kita? Mulut.

12-18 bulan, functional play adalah permainan fungsi, bermain sesuatu sesuai fungsinya, anak harus kalem, diam, observasi apa yg terjadi di rumah dan melihat fungsi benda-benda. Kenapa? Karena kata dinamakan berdasarkan fungsinya. Gelas adalah sesuatu menampung air untuk kita minum. Kursi berbentuk apapun namanya kursi, sesuatu untuk kita duduk.

18-24 bulan membuat sesuatu seperti playdough jadi kue ulang tahun, lego jadi kereta api. kenapa? Karena kita berkomunikasi mengenai sesuatu yg tidak ada pada kita sekarang dan di sini. Jadi kita membahas misalnya tadi di pasar ada yang jambret. Itu kan kita bahasnya pas sampai rumah. tidak disini dan tidak sekarang. itulah yang membuat anak mengasosiasi apa yang ia buat sekarang dan yang pernah ia lihat. Playdough dan block salah satu paling popular. 

24-36 bulanpretend play. Adegan ke adegan. anak jadi sutradara. Bahasanya: anak bercerita dari adegan ke adegan tanpa dibantu.

36 bulan ke atas role play Anak jadi sutradara dan pemain. Bahasanya: anak sudah banyak bernegosiasi dengan aktif

4 tahun permainan dengan peraturan. Anak sudah mengerti menang kalah.

Pretensi play dimulai dari memasak, merawat bayi nah barulah pretend play lainnya

Jika bayi melompat merangkak, itu bisa terjadi implikasi pembelajaran utama, seperti kesulitan berbicara, menulis, membaca, perhatian, memori, masalah pemecahan, dan lainnya.

• Keseimbangan otak kanan dan kiri belahan otak

• Peningkatan koordinasi & spasial kesadaran

• Keseimbangan otak belahan kiri/kanan

• Mengurangi stres

• Keseimbangan emosi

• Peningkatan memori

• Peningkatan kejernihan mental

• Penglihatan yang lebih baik

• Stimulasi sistem limfatik

- Aliran cairan tulang belakang otak yang lebih baik

- Ejaan, tulisan Pemahaman membaca


sketika anak merangkak, ini terstimulasi. Selain itu Ketika merangkak  Apa yg terjadi?

Visual motor integration

Vestibular 

Propioseptif

Koordinasi bilateral 

Corpus callosum

Visual dekat jauh

Seperation dari orangtua

Otot bahu panggul dan core

Auditory 

Kontak mata 

Efikasi diri 

Taktil 

Tiga arah 

Kunyahan semakin bagus

Itu efek merangkak jika benar polanya



Selasa, 02 Agustus 2022

Mengenal oromotor pada anak



        Moms selama ini kita biasa mengenal kemampuan Motorik Kasar & Motorik Halus, mungkin ada juga yang sudah mengenal tentang Oromotor. Nah kemampuan oromotor ini juga gak kalah pentingnya moms untuk anak-anak. Seberapa penting sih kemampuan oromotor ? . Sebelumnya wajib banget tau lebih dalam tentang Oromotor itu sendiri. 

        Bulan lalu saya baru mengikuti kuliah whatsapp yang dibawakan oleh pakarnya langsung mom. dengan drg. Ratri A. Hapsari Sp.KGA.  jadi ini informasi yang akurat dan terpercaya ya. disini saya hanya merangkum atas materi daging kali ini. buat moms yang punya anak balita atau ada keponakan usia balita. wajib baca agar tau ya moms..

        Kenapa sih kok penting banget mengetahui tentang oromotor? Karena Oromotor merupakan tonggak dari kemampuan dasar makan dan wicara pada anak usia balita moms. Kalo ada motorik, sebelumnya mesti didahului dengan sensorik. Nah, motorik apapun akan berkembang baik dan sesuai bila kemampuan sensoriknya juga dirangsang/distimulasi dengan tepat.

            Oromotor atau Motorik oral adalah Mencakup semua kegiatan yang menggunakan sistem gerak dan koordinasi gerak otot dari rongga mulut (oral cavity) seperti rahang, gigi, lidah, langit-langit, bibir, pipi. Yang berkaitan dengan keterampilan dasar makan dan wicara.

TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN OROMOTOR












                Nah kalau sudah tau adanya tahapan perkembangan diatas pastinya kita dapat mudah mengukur kemampuan anak-anak kita apakah sudah di tahap yang sesuai atau belum. 
                Lalu sejak kapan nih moms stimulasi-stimulasi yang harus diberikan ya? tmenurut dokter ratri, stimulasi dapat dilakukan dari anak Sejak lahir, dengan diberikan secara bertahap dan sesuai perkembangan usia anak. Berikut stimulasi yang dapat diberikan dengan 4 cara 
  1. melatih bibir
  2. melatih pipi
  3. melatih lidah
  4. melatih rahang
                Dibawah ini adalah gambaran caranya dan bisa dilakukan di rumah. jangan lupa praktekin dirumah ya moms..
 
























                Nah moms yang namanya melatih anak untuk bisa dan mampu motorik oralnya juga tidak bisa secara instan ya moms.. butuh berlatih secara rutin & bertahap. menstimulasinya juga bisa menggunakan alat bantu nih moms.
1. jika menggunakan alat : kasa, sikat gigi, teether, gelas, sedotan 
2. jika menggunakan makanan : pemberian waktu, cara dan tekstur makanan yang tepat

            "Hmmm,, nanti juga anak bisa sendiri makannya..", "Nanti juga pinter ngomong sendiri..", "Gapapa cadel, masih kecil kok..". "Belum bisa ngomong kan emang masih bayi.." dst. 
Eits Eits,, jangan bikin pembenaran kalau emang ada hal-hal yang kita tau pada anak kita belum sesuai tahap perkembangannya. Yang penting moms jangan panik dan tetap selalu beri stimulus sesuai tahapan usianya.




               

    




        


                    Mungkin anak dari kita ada yang memiliki kendala saat MPASI atau berbicara? Nah moms, ternyata pada anak yang gangguan berbicara pun belum tentu anak tersebut mengalami speech delay namun melainkan bisa jadi adanya gangguan pada oromotornya.  mungkin bisa dievaluasi juga apakah sudah memberikan stimulasi dengan tepat sehingga oromotornya berkembang dengan baik.

            Jadi, apabila nampak ciri gangguan oromotor seperti pada materi PDF, jangan ragu untuk berkonsultasi kepada ahlinya ya moms agar tidak berkelaniutan dan mengganggu proses tumbuh kembang anak-anak kita