Kamis, 23 September 2021

Hiruk pikuk Mommy pasca persalinan

Saat dalam kandungan selama 9 bulan merasa kemana-mana bawa si jabang bayi meski berat capek letih tapi tetep semangat untuk melakukan berbagai aktivitas. Kiranya hari yang di nantikan adalah hari persalinan. Dimana aku akan bertemu sang buah hati. Penasaran sekali dibuatnya, mirip siapakah wajahnya yang lucu dan menggemaskan. 

Dan saat telah lahir ke dunia sang buah hati, maka kehidupan baru di mulai. Kali ini kondisinya adalah tak hanya merawat si adik bayi tetapi juga merawat kakaknya. Bagaimana membagi waktu, perhatian, dan kasih sayang dengan porsi yang sama antara keduanya. 

Wow,,, rasanya menakjubkan sekali. Karena tidak ada asisten dan kondisinya pun sedang pandemi. Hanya ada kedua orang tua ku yang dapat membantu meski mengkhawatirkan kondisi yang benar2 tidak tau sedang fit atau sakit namun tanpa gejala.

Oh ya, kebiasaan bayi 0 bulan. Memang belum mengerti arti siang dan malam. Dan kadang kala sering saat siang, mereka malah tidur dengan nyenyak dan saat malam mereka malah bangun. Nah kan makin pusing deh , karena si ibu kurang tidur.

.

Membuat Si Kecil tertidur lelap tanpa terbangun saat tengah malam bukanlah hal yang mudah. Ibu seringkali kelelahan karena ikut terbangun pada tengah malam saat Si Kecil menangis.

Padahal bagi bayi, tidur memiliki banyak manfaat, seperti sumber tenaga, meningkatkan tumbuh kembang otak, dan sistem kekebalan tubuh. 

Menurut seorang dokter konsultan di platform Halodoc, untuk mengatasi masalah pola tidur kecil Si Kecil yang sering terbangun pada malam hari, ada beberapa cara yang bisa diterapkan ibu untuk menidurkan Si Kecil dengan nyenyak. Yuk, simak 4 cara berikut ini:


1. Ferberizing

Cara menidurkan bayi yang pertama adalah ferberizing, yakni dengan membiarkan Si Kecil menangis hingga ia tertidur. Kuncinya adalah dengan selalu mengikuti jadwal tidur yang sudah ditentukan. Saat Si Kecil menangis, secara bertahap perpanjang waktu menangisnya sebelum ibu menangkannya secara verbal.

Langkah-langkah melakukan Ferberizing:

* Lakukan rutinitas di malam hari yang sifatnya menenangkan Si Kecil, tetapi juga sebagai pertanda waktunya tidur, seperti, membersihkan tubuh, atau membacakan dongeng.

* Setiap malam di jam yang sama, letakkan Si Kecil pada boks tidurnya. Entah ia mengantuk atau tidak, segera tinggalkan Si Kecil setelah meletakkannya di boks.

* Saat Si Kecil menangis, tunggu sejenak sebelum menghampirinya. Pada malam pertama, biarkan Si Kecil menangis selama 5 menit lalu hampiri dan tenangkan Si Kecil dengan suara ibu tanpa menggendongnya. Temani 2-3 menit hingga Si Kecil tenang. Pada malam berikutnya, jika ia menangis tambahkan durasi menjadi 10 menit sebelum menengok dan menenangkan saat Si Kecil menangis. Tambahkan durasi waktunya setiap hari hingga akhirnya ibu tidak perlu “mengintip” Si Kecil lagi.

* Saat melakukan ferberizing ini, pastikan bayi dalam kondisi baik, seperti popok kering, baju dan selimut nyaman, serta boks juga aman. Waspadai juga kemungkinan Si Kecil menangis karena sesuatu yang berbahaya, misalnya tersedak atau terbentur. Jadi, perhatikan dan kenali tangisan Si Kecil, ya.


2. Self-Soothing

Cara menidurkan bayi dengan cara self-soothing adalah membiarkan bayi tidur atau tertidur dengan sendirinya. Untuk melakukannya, jadwal tidur Si Kecil harus pada jam yang sama setiap malam. Ibu juga harus menenangkan Si Kecil secara kata-kata maupun sentuhan fisik.

Langkah-langkah melakukan self-soothing:

* Lakukan rutinitas sebelum tidur di jam yang sama setiap malam. Anda dapat melakukan ritual menidurkan Si Kecil selama 20 menit, mulai dengan mandi air hangat, membacakan dongeng, memutarkan lagu yang lembut, dan meredupkan lampu.

* Saat Si Kecil terlihat mengantuk segera letakkan di boks tidur lalu tinggalkan agar ia tidur sendiri. Sesekali, ibu bisa melihat dan menungguinya, lalu menenangkan dengan suara apabila Si Kecil menangis. Namun sebaiknya, tidak menggendong untuk menenangkannya.


3. Long Goodbye

Cara menidurkan bayi dengan long goodbye adalah dengan secara bertahap menjauhkan diri dari Si Kecil saat tiba waktunya tidur. Cara ini dilakukan untuk membuat bayi tidak tergantung dengan kehadiran ibu.

Langkah-langkah melakukan long goodbye:

* Saat bayi sudah terlihat mengantuk, tetapi matanya masih belum terpejam, letakkan ia di boksnya lalu duduk di sampingnya.

* Saat ia mulai rewel, perlahan-lahan tepuk punggung atau kepalanya dan tenangkan ia dengan kata-kata. Saat ia mulai terlelap tinggalkan Si Kecil. Lalu, apabila ia terbangun pada tengah malam, ulangi langkah-langkah untuk menenangkannya.


4. No Cry

Cara menidurkan bayi ini bisa dibilang yang paling umum dilakukan ibu, yakni selalu berada di dekat Si Kecil kapan pun ia membutuhkan kehadiran ibu. Namun, sedikit demi sedikit mengurangi waktu bersama Si Kecil.

Langkah-langkah melakukan no cry:

* Selalu menidurkan bayi di jam yang sama setiap hari lalu tenangkan Si Kecil untuk tidur.

* Jaga posisi bayi dekat dengan Anda sepanjang malam. Apabila ia terbangun, perhatikan apakah ia dapat langsung tidur lagi atau Anda butuh untuk menenangkannya agar tidur kembali.

* Pastikan untuk tidak membiarkan si kecil meminum ASI dari ibu saat ia mengantuk, tetapi belum terlelap. Kebiasaan ini menurut penulis buku The No-Cry Sleep Solution, Elizabeth Pantley dapat membuat Si Kecil berharap ia bisa menyusui saat terbangun, sehingga justru merepotkan ibu.

Minggu, 19 September 2021

Parental burnout

 

 

Setiap kita yang memulai kehidupan baru menjadi orangtua yang mempunyai anak 1 ataupun lebih dari 1. pasti akan lebih fokus terhadap kebutuhan Si Kecil. Alhasil, banyak orangtua yang menghabiskan begitu banyak waktu dan energi untuk anak-anak,  sehingga mereka mengabaikan kebutuhan mereka sendiri. Hasilnya, orangtua mengalami kelelahan sampai merasa tidak punya apa-apa lagi untuk diberikan alias parental burnout.

Sama banget yang ku alamin. Sejak lahirnya si adek nih, berasa sangat capek sekali. Karena si kakak yang membutuhkan perhatian tapi harus seimbang juga dengan pemenuhan kebutuhan si adik. Ditambah lagi bila tidak ada yang membantu kita saat mengerjakan pekerjaan rumah. Berasa menjalani hari begitu panjang dan tak ada jeda. Fiuuh,,,

Kelelahan yang dialami oleh para orangtua ini terkadang dianggap sebagai bagian normal dari mengasuh anak. Hal yang membuatnya lebih buruk adalah orangtua yang kelelahan merasa malu atau bersalah karena lelah. Padahal, menyembunyikan perasaan lelah dan tidak mengatasinya dapat berdampak buruk pada kesehatan mental.


Dampak Parental Burnout pada Kesehatan Mental 

Parental burnout dapat menyebabkan kelelahan yang luar biasa dan membuat emosi tidak stabil. Efek ini tentu dapat sangat merugikan kesehatan mental ibu maupun ayah. Efek parental burnout lainnya bisa berupa:

* Kebingungan.

* Mudah lupa.

* Tempramen.

* Peningkatan stres.

* Merasa sendiri/terisolasi.

* Tidur yang buruk.

* Depresi.

Jika tidak ditangani, dampak tersebut bahkan dapat memengaruhi kesehatan fisik orangtua. Ketika efeknya berlanjut, parental burnout dapat menimbulkan ketidakseimbangan hormon yang mampu menyebabkan penurunan gairah seks. Kekurangan tidur jangka panjang juga dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan yang serius seperti penyakit jantung dan diabetes 

Bukan itu saja, Menurut salah satu dokter  konsultan di Halodoc app.  parental burnout bahkan bisa memengaruhi hubunganmu dengan pasangan. Efek mentalnya dapat menyebabkan gangguan dalam komunikasi dan emosi yang tidak stabil. Alhasil, kamu dan pasangan mungkin sering mengalami miskomunikasi, perbedaan argumen, dan kebencian.


Bagaimana Mengatasi Parental Burnout?

Sebagian besar orang tua cenderung mengalami parental burnout yang masih dalam tahap ringan hingga sedang, terutama di tahun-tahun awal baru memiliki anak. Apabila kamu merasa mengalami gejala parental burnout, berikut beberapa tips yang bisa dicoba untuk mengatasinya:

1. Komunikasikan Rasa Lelahmu

Jika kamu merasa lelah, salah satu hal pertama yang harus kamu lakukan adalah mengkomunikasikan perasaanmu dengan pasangan. Beri tahu pasangan bahwa kamu memerlukan dukungan untuk mengurus anak maupun pekerjaan lain. Komunikasi sangatlah penting, sebab meskipun kamu telah bersama selama beberapa tahun, pasangan tentu tidak dapat membaca pikiran kamu. 

2. Hindari Makanan yang Tidak Sehat

Perhatikan apa yang kamu makan atau minum saat lelah. Saat kelelahan sampai kamu merasa tidak berfungsi, biasanya kamu mungkin cenderung mengonsumsi makanan yang tidak sehat, seperti kopi, donat, atau camilan manis lainnya. Padahal, makanan-makanan tersebut hanya  dapat memberikan dorongan sementara. 

Oleh sebab itu, usahakan pilih makanan sehat yang kaya nutrisi supaya mampu memenuhi energi tubuh. Pastikan kamu mengonsumsi protein tanpa lemak, biji-bijian, buah-buahan, dan sayuran dalam makanan setiap harinya.

3. Olahraga Ringan

Saat merasa lelah, kamu pasti berpikir tidak akan mampu berolahraga. Padahal, olahraga ringan dapat meningkatkan energi dan meningkatkan hormon perasaan baik dalam tubuh. Ini juga dapat membantu mengurangi stres dan depresi. Berolahraga tidak berarti harus pergi ke gym setiap hari. Berjalan-jalan selama sepuluh menit di sekitar rumah saja dapat membantu menjernihkan pikiran dan memberi kamu dorongan untuk mengatur ulang aktivitas kamu supaya lebih tertata. 

4. Jangan Merasa Bersalah

Jangan merasa bersalah karena meluangkan beberapa menit untuk diri sendiri atau meluangkan waktu untuk diri sendiri dan pasangan. Hal itu tidak akan membuat kamu menjadi orangtua yang buruk karena berfokus pada kebutuhan diri sendiri. Bahkan, perawatan diri justru sangat membantu kamu untuk menjadi orangtua yang lebih baik

 

Menyelamatkan orang2 sekitar yang kamu sayangi itu berawal dari diri kamu sendiri ya bunda bunda tersayang.

Bagaimana bisa menciptakan suasana bahagia dalam rumah tapi jantung keluarganya sedang tidak baik baik saja. 

Jadi,, jangan malu untuk nyatakan hal itu bahwa kita sedang butuh dukungan dan uluran tangan dari pasangan ataupun anggota keluarga yang lain.

Semoga sedikit tips dari ku bisa membantu bunda bunda yang sedang merasakan hal-hal yang sudah disebutkan diatas.

 

 

Selasa, 24 Agustus 2021

Pentingnya kesehatan mental ibu

 Sering terjadi dalam kehidupan bila seorang ibu merasa sangat kelelahan, perasaan jenuh mendatangi pikiran, kegiatan yg monoton di dalam rumah membuat tingkat stress seorang ibu lebih tinggi. 

Dukungan dalam bentuk perhatian adalah obat dari segala perasaan seorang ibu yang sedang berkecamuk.

Bagaimana lagi bila ibu tak ada dukungan dari siapapun?!

Nah sedikit cerita ya moms, beberapa waktu lalu sempat mengikuti kulwap bersama pakar psikolog Mom Reviqa dhyana Y, S.Psi, Cht. yang membahas tentang “pentingnya kesehatan mental ibu”



Beliau membahas pada bagian pertama adalah




TABULA RASA

Berkaca pada *Teori Tabula Rasa* bahwa pada dasarnya setiap jiwa itu putih bersih dan lingkungannya lah yang akan mengisi jiwa tersebut. Dimana ia tumbuh, bagaimana kondisi lingkungannya, bagaimana ia belajar dan bagaimana ia diperlakukan akan banyak memberi pelajaran dan mencoretkan pengalaman pada jiwa tersebut.

Seseorang yang dibesarkan di lingkungan yang harmonis, penuh kasih sayang, disiplin & hangat akan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan penuh kasih sayang. 

Sedangkan jika dibesarkan dilingkungan yang tidak harmonis dan penuh dengan punishment (hukuman) akan tumbuh menjadi pribadi yang Insecure (malu, takut, tidak percaya diri) dan memungkinkan untuk memiliki memori traumatis saat dewasa.

Oleh sebab itu, pola asuh yang diterima dan memori masa kecil sangat mempengaruhi kehidupan seseorang di masa dewasa. Saat ia tumbuh mencari jati diri hingga membangun rumah tangganya sendiri akan terus dibayangi oleh memori masa lalu yang terekam di alam bawah sadarnya. Sehingga tidak jarang berdampak pula pada keadaan mental orang tersebut.


Nah pada point yang kedua , beliau memaparkan 




KESEHATAN MENTAL

 harus dimiliki oleh semua orang karena dengan jiwa yang sehat akan melahirkan kehidupan yang damai, penuh rasa syukur dan penerimaan diri yang baik. Terutama pada seorang ibu yang baru saja memiliki buah hati. Dengan mental yang sehat akan berdampak pada pola asuh yang baik pada buah hatinya.

Tapi terkadang dari pihak lingkungan tak menyadari bahwa sang ibu sedang mengalami tekanan, stress karena dari yang bersangkutan tidak memberikan informasi. Berikut adalah 

*Tanda Kesehatan Mental Ibu Mulai Terganggu*

- Memiliki emosi yang cepat berubah

- Insomnia

- Cemas yang berlebihan 

- Pola makan dan tidur terganggu

- Sangat sensitif

- Bersikap agresif

- Merasa sedih berkepanjangan, dalam waktu yang cukup lama

- Menarik diri & mengasingkan diri

- Memiliki keinginan untuk bunuh diri


Wah kalau ada tanda tanda diatas istri saya gila donk? Istri saya gangguan jiwa neh? Waduh kudu minum obat jangka panjang donk?

Eits,, gak gitu juga kisanak.. semua hal perlu dicari penyebabnya.. 

*Penyebab Kesehatan Mental Terganggu*

Kesehatan mental dipengaruhi oleh peristiwa dalam kehidupan yang meninggalkan dampak yang besar pada kepribadian dan perilaku seseorang.

Peristiwa-peristiwa tersebut dapat berupa kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan anak, diskriminasi, bullying, kehilangan, pengangguran, atau stres berat dalam jangka panjang.

*Beberapa Hal Yang Berkaitan Dengan Masalah Kesehatan Mental Ibu*

- Memiliki pengalaman masa kecil yang sulit / traumatis

- Masalah biologis & hormon

- KDRT dalam rumah tangga

- Rendahnya penilaian diri

- Kurang apresiasi dan dukungan dari Suami dan keluarga

- Kurangnya lingkar pertemanan

- Hidup di lingkungan yang memicu stress

- Memiliki riwayat kesehatan mental sebelumnya yang tidak dituntaskan.


Gimana neh bapak2nya,, sudah bercermin apakah yang mengganggu kesehatan mental para istrinya ? Sudah ketemu kan ya jawabannya..

Dalam grup diskusi, ibu Reva selaku pemateri juga menjelaskan bahwa jika sang ibu tidak mengalami gangguan pun artinya tetap selalu dijaga perasaan dan pikirannya agar tetap sehat jiwa raganya

Beliau memaparkan bahwa

*Ciri- Ciri Ibu Yang Sehat Secara Mental*

- Berfikir positif

- Mampu melakukan hal yang produktif dan bermanfaat

- Mampu mengelola emosi

- Mampu mengendalikan diri

- Mampu mengatasi tekanan

- Mampu memberikan kontribusi untuk lingkungan sekitar

- Memahami potensi dalam dirinya


Semua manusia dimuka bumi pun pasti merasakan stres . Hanya saja pembedanya adalah derajat atau tingkat stres semua manusia berbeda beda. Disamping itu, semakin orang dihadapkan keadaan sulit akan membentuk mental yang kuat.

*Tanda Seseorang Kuat Mental*

• Kecerdasan Emosi Yang Tinggi

Moms memiliki kemampuan untuk sepenuhnya memahami dan mentolerir emosi negatif yang kuat dan mengambil tindakan tegas.

•Kepercayaan Diri Yang Tinggi

Mom's tidak akan membiarkan orang lain mengendalikan hidup mu. Keyakinan mom mengilhami orang lain dan membantunya mewujudkan sesuatu.

• Berani Berkata Tidak

Moms tau bagaimana cara mengendalikan diri dengan mengatakan tidak pada orang lain maupun dirinya sendiri pada saat tertentu.

• Tidak Merasa Perlu Untuk Menyenangkan Semua Orang.

Dengan berkata "tidak" mom menyadari bahwa Mom's tidak perlu untuk menyenangkan setiap orang sepanjang waktu. Mom berusaha bersikap baik dan adil, tapi bisa menangani orang lain yang kesal jika mom tidak membuat orang-orang tersebut bahagia.

• Tidak Cepat Marah Ketika Bentrok Dengan Hal-hal Diluar Kontrol

Mom terfokus pada apa yang bisa mom kontrol dalam kehidupan. Mom menyadari bahwa terkadang, satu satunya hal yang dapat mom kontrol adalah sikap mom sendiri dalam situasi-situasi tertentu.

• Tidak Takut Mengambil Resiko

Mom menghabiskan waktu untuk menimbang resiko dan manfaatnya sebelum mengambil keputusan besar dan sepenuhnya mengetahui potensi kerugian sebelum mom bertindak.

• Tidak Terjebak Di Masa Lalu 

Mom mengakui masa lalu mom dan dapat mengatakan hal apa yang dapat diambil sebagai pelajaran hidup.

• Berani Berubah

Mom tidak berusaha menghindari perubahan, tapi justru menerima, menyambut setiap perubahan positif dan bersedia bersikap fleksibel. Mom memahami bahwa perubahan adalah hal yang tidak terelakkan dalam hidup dan percaya pada kemampuan diri sendiri untuk beradaptasi.

• Tidak Menyerah Saat Gagal

Mom menggunakan kegagalan yang diterima sebagai peluang untuk terus tumbuh dan berkembang. Mam juga bersedia terus berusaha sampai mam bisa melakukannya dengan benar.

• Tidak Takut Gagal

Mam merangkul setiap kegagalan karena mam tahu jalan menuju kesuksesan dibangun dari kegagalan. Mam akan berfikir secara berbeda untuk melihat segala sesuatunya dari sudut pandang yang baru dan untuk menemukan solusi yang dicari selama ini.

• Tidak mengulangi kesalahan

• Tidak iri pada kesuksesan orang lain

• Tidak mengharapkan hasil instan

• Tidak takut sendiri dan menggunakan waktu luang untuk menyendiri menjadi hal yang produktif 


Lalu bila kesehatan mental sudah membaik apakah bisa kembali mengalami stres ? Tentu bisa ya,, maka dari itu tetap dijaga kesehatan mentalnya agar tetap waras meski di rumah

*Kunci Kesehatan Mental Ibu Tetap Terjaga*

- Melakukan rutinitas yang melibatkan indera seperti memasak, berkebun, dan melakukan hobby

- Melakukan teknik Grounding Earthing dengan berjemur dan menginjak rumput

- Perbanyak komunikasi dengan pasangan

- Lakukan olah nafas (inhale exhale)

- Melakukan olahraga sebelum tidur minimal 30 menit

- Mematikan gadget sebelum tidur

- Menenangkan diri dengan menutup mata dan memikirkan hal - hal indah

- Tidur cukup minimal 6 jam

- Sediakan waktu me time minimal seminggu sekali


Yuk ibu2 nya boleh banget minta jatah ke para bapak utk sesekali me time. Naik motor cuman sekedar ke supermarket terdekat aja udah seneng pake banget kan bun.. hihii

Kesimpulan dari materi yang telah di bahas adalah

🖤 Kesehatan Mental Ibu dapat mempengaruhi setiap aspek kehidupan. Ibu adalah jantung keluarga. Jiwa Ibu yang sehat akan melahirkan generasi yang sehat, bijak, percaya diri dan penuh kasih sayang. 

🖤 Memiliki dan meluapkan emosi itu normal namun tetap dalam batasannya. Tidak perlu malu dan menutup diri jika merasa ada yang salah dalam diri, mulailah jujur pada diri sendiri dan nikmati hidup.

🖤 Hanya dirimu sendiri yang dapat menentukan kebahagiaan, bukan orang lain.

🖤 Berhenti mendengarkan pikiran burukmu dan mulailah hari dengan penuh keyakinan : *Aku ibu yang hebat untuk anakku!*

🖤 Mulailah berdamai pada diri sendiri, dan lakukan hal positif setiap hari.

🖤 Dengarkan mereka namun dirimu sendiri yang menentukan  baik buruknya pilihan, ada ditanganmu.

🖤 Jangan malu dan tidak ada yang salah untuk menemui  Psikolog atau Psikiater, mereka dapat membantu secara mendalam dan tuntas.