Setiap kita yang memulai kehidupan baru menjadi orangtua yang mempunyai anak 1 ataupun lebih dari 1. pasti akan lebih fokus terhadap kebutuhan Si Kecil. Alhasil, banyak orangtua yang menghabiskan begitu banyak waktu dan energi untuk anak-anak, sehingga mereka mengabaikan kebutuhan mereka sendiri. Hasilnya, orangtua mengalami kelelahan sampai merasa tidak punya apa-apa lagi untuk diberikan alias parental burnout.
Sama banget yang ku alamin. Sejak lahirnya si adek nih, berasa sangat capek sekali. Karena si kakak yang membutuhkan perhatian tapi harus seimbang juga dengan pemenuhan kebutuhan si adik. Ditambah lagi bila tidak ada yang membantu kita saat mengerjakan pekerjaan rumah. Berasa menjalani hari begitu panjang dan tak ada jeda. Fiuuh,,,
Kelelahan yang dialami oleh para orangtua ini terkadang dianggap sebagai bagian normal dari mengasuh anak. Hal yang membuatnya lebih buruk adalah orangtua yang kelelahan merasa malu atau bersalah karena lelah. Padahal, menyembunyikan perasaan lelah dan tidak mengatasinya dapat berdampak buruk pada kesehatan mental.
Dampak Parental Burnout pada Kesehatan Mental
Parental burnout dapat menyebabkan kelelahan yang luar biasa dan membuat emosi tidak stabil. Efek ini tentu dapat sangat merugikan kesehatan mental ibu maupun ayah. Efek parental burnout lainnya bisa berupa:
* Kebingungan.
* Mudah lupa.
* Tempramen.
* Peningkatan stres.
* Merasa sendiri/terisolasi.
* Tidur yang buruk.
* Depresi.
Jika tidak ditangani, dampak tersebut bahkan dapat memengaruhi kesehatan fisik orangtua. Ketika efeknya berlanjut, parental burnout dapat menimbulkan ketidakseimbangan hormon yang mampu menyebabkan penurunan gairah seks. Kekurangan tidur jangka panjang juga dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan yang serius seperti penyakit jantung dan diabetes
Bukan itu saja, Menurut salah satu dokter konsultan di Halodoc app. parental burnout bahkan bisa memengaruhi hubunganmu dengan pasangan. Efek mentalnya dapat menyebabkan gangguan dalam komunikasi dan emosi yang tidak stabil. Alhasil, kamu dan pasangan mungkin sering mengalami miskomunikasi, perbedaan argumen, dan kebencian.
Bagaimana Mengatasi Parental Burnout?
Sebagian besar orang tua cenderung mengalami parental burnout yang masih dalam tahap ringan hingga sedang, terutama di tahun-tahun awal baru memiliki anak. Apabila kamu merasa mengalami gejala parental burnout, berikut beberapa tips yang bisa dicoba untuk mengatasinya:
1. Komunikasikan Rasa Lelahmu
Jika kamu merasa lelah, salah satu hal pertama yang harus kamu lakukan adalah mengkomunikasikan perasaanmu dengan pasangan. Beri tahu pasangan bahwa kamu memerlukan dukungan untuk mengurus anak maupun pekerjaan lain. Komunikasi sangatlah penting, sebab meskipun kamu telah bersama selama beberapa tahun, pasangan tentu tidak dapat membaca pikiran kamu.
2. Hindari Makanan yang Tidak Sehat
Perhatikan apa yang kamu makan atau minum saat lelah. Saat kelelahan sampai kamu merasa tidak berfungsi, biasanya kamu mungkin cenderung mengonsumsi makanan yang tidak sehat, seperti kopi, donat, atau camilan manis lainnya. Padahal, makanan-makanan tersebut hanya dapat memberikan dorongan sementara.
Oleh sebab itu, usahakan pilih makanan sehat yang kaya nutrisi supaya mampu memenuhi energi tubuh. Pastikan kamu mengonsumsi protein tanpa lemak, biji-bijian, buah-buahan, dan sayuran dalam makanan setiap harinya.
3. Olahraga Ringan
Saat merasa lelah, kamu pasti berpikir tidak akan mampu berolahraga. Padahal, olahraga ringan dapat meningkatkan energi dan meningkatkan hormon perasaan baik dalam tubuh. Ini juga dapat membantu mengurangi stres dan depresi. Berolahraga tidak berarti harus pergi ke gym setiap hari. Berjalan-jalan selama sepuluh menit di sekitar rumah saja dapat membantu menjernihkan pikiran dan memberi kamu dorongan untuk mengatur ulang aktivitas kamu supaya lebih tertata.
4. Jangan Merasa Bersalah
Jangan merasa bersalah karena meluangkan beberapa menit untuk diri sendiri atau meluangkan waktu untuk diri sendiri dan pasangan. Hal itu tidak akan membuat kamu menjadi orangtua yang buruk karena berfokus pada kebutuhan diri sendiri. Bahkan, perawatan diri justru sangat membantu kamu untuk menjadi orangtua yang lebih baik
Menyelamatkan orang2 sekitar yang kamu sayangi itu berawal dari diri kamu sendiri ya bunda bunda tersayang.
Bagaimana bisa menciptakan suasana bahagia dalam rumah tapi jantung keluarganya sedang tidak baik baik saja.
Jadi,, jangan malu untuk nyatakan hal itu bahwa kita sedang butuh dukungan dan uluran tangan dari pasangan ataupun anggota keluarga yang lain.
Semoga sedikit tips dari ku bisa membantu bunda bunda yang sedang merasakan hal-hal yang sudah disebutkan diatas.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar