Senin, 08 Agustus 2022

Kewarasan emak adalah hal yang mutlak untuk keutuhan biduk rumah tangga .. Oops seperti apa sih

         

                Hai moms..,Kali ini aku ajak ngobrol tentang KEWARASAN EMAK.  Kewarasan emak?

itu sebenarnya terdiri dari 2 aspek.

            1.  Pengasuhan anak

            2. Hubungan dan komunikasi pasutri

2 hal itu pasti akan saling berhubungan dalam hal mewujudkan kewarasan. Namun, sebenarnya KEWARASAN BISA DATANG DARI DIRI SENDIRI. Faktor yang mengganggu Kewarasan Emak itu datang dari 2 arah.

            1 Diri Sendiri

            2 Luar Diri


1 Diri Sendiri

Rasa insekyur yang biasanya datang dari dalam diri Emak adalah:

> Rasa Jenuh dan Bosan 

            Melakukan kegiatan yang sama setiap hari dalam 24jam seminggu sebulan bertahun. Wakwakwak. Rasa ini sangat wajar dan pasti dirasakan oleh Emak dalam mengurus anak. Rasanya setiap hari itu-itu aja pokoknya. Monoton. Membosankan.

Saran:

1. Coba temukan hal yang Anda sukai

2. Sesuatu yang meski gagal, tapi Anda tidak merasa kapok melakukannya, tapi justru tertantang

3. Kalau sudah nemu, perdalam kegiatan tersebut. Bisa dengan belajar lebih jauh dari internet, atau cari komunitas yang mendukung di media sosial.

   Sebenarnya sudah tahu kegiatannya, tapi mau ngelakuin selalu mager. lya, paham. Hidup memang pilihan. Kalau lebih memilih bermalas-malasan, jadinya justru merasa hidup begini-begini aja. Sebaliknya, ketika kita menyingkirkan rasa malas dan melakukan kegiatan yang kita suka, justru hidup kita terasa akan lebih berwarna.

4. Kalau sudah nemu dan memperdalamnya, jangan lupa ciptakan tantangan.

5. Rasa bosan akan hilang dan musnah terutama saat hal yang kita sukai itu dibutuhkan dan dinikmati oleh orang lain. 

        Perasaan bahwa kita dibutuhkan orang lain lah yang membuat kita bertahan dalam melakukan segala hal. Termasuk mengurus anak, suami, dan rumah. Jangan merasa jadi ibu atau/dan istri yang gak sempurna. Padahal kalo dipikir, emang Anda ingin jadi yang sempurna? Eh.. Berani amat pengen menyamai Tuhan? Yakin loh? Kita ini manusia, suami juga manusia, anak juga manusia. Manusia mah ga bakal ada yang sempurna.

        Tapi, si Fulanah bisa masak sambil kayang!"  Tau dari mana? Dari medsos? Yaah, reel is not for real,_ Mak!. Semua yang kita lihat di balik layar, mau layar HP atau layar TV, itu semua bisa jadi hasil editan atau memang disengaja begitu, alias bukan natural, bukan yang alami, semua demi konten. Dahlah.

           "Tapi, beneran, Iho, si Fulaninah itu bisa tetap berkarya, padahal anaknya no-screen! Gak pakai ART pulak!" & Anak Fulaninah, kan? Bukan anak Anda, kan? Pribadi anak beda-beda juga keles! . Bisa jadi, Fulaninah begitu karena kebetulan anaknya anteng dan ga banyak gaya kaya anak Anda.

             "Beruntung ya Fulaninah dapet anak anteng-anteng" . Anda juga beruntung punya anak yang kebanyakan gaya seperti sekarang. Belum tentu, Anda cocok jika punya anteng begitu. Bisa jadi, Anda akan jenuh dan bosan. Andai anak anda terlalu anteng seperti anak Fulaninah. Percayalah, *anak kita itu sudah di-setting__ oleh Yang Maha Kuasa untuk jadi titipan buat kita. Spesifikasi anak sudah disesuaikan dengan spesifikasi emaknya masing-masing.

            Demikian juga, saat merasa kita terlalu jahat pada anak. Inshallah, anak kita memang sudah ditakdirkan untuk siap menghadapi emak macam kita. Merasa anak kita tidak keren seperti teman-temannya. Prestasi, skill, performa anak kita dengan anak lain atau teman sekolahnya yang terlihat berbeda. Harus diingat, itu semua dipengaruhi banyak faktor, di antaranya:

Faktor Eksternal Anak: Ekonomi, populasi di rumah, lingkungan sehari", dsb.

Misal: Sama-sama anak tunggal, ada yang hidup dengan orang tua dari Ayah Ibunya, ada juga yang tinggal dengan ibu yang stay at home, dan ada pula yang hidup bersama orang tua bekerja. Itu semua akan menghasilkan output yang berbeda.

Faktor Internal Anak: Kepribadian, kecerdasan majemuk, gaya belajar

Misal: Sama-sama anak sulung, akan berbeda behave dan cara berpikirnya jika dia introvert, atau ekstrovert. Sama-sama Introvert, atau ekstrovert, Sama-sama perempuan sulung introvert, akan beda sikapnya jika yang satu memutuskan suatu hal berdasar pengalaman, dan lainnya mengikuti insting.

1. Kepribadian

MBTI adalah singkatan dari The Myers Briggs Type Indicator. MBTI merupakan sebuah cara untuk mengetahui cara seseorang mengolah informasi, mengambil keputusan, atau memandang sebuah masalah yang ada. Terbagi menjadi beberapa:

Introvert (I) atau Esktrovert (E) : Cara seseorang memusatkan perhatiannya.

Sensing (S) atau Intuition (N) : Cara seseorang memahami sebuah informasi.

Thinking (T) vs. Feeling (F) : Cara seseorang mengambil keputusan.

Judging (J) atau Perceiving (P) : Cara seseorang merespon dunia sekitar.


            "Mengapa Fulan nilai Matematikanya selalu unggul dan anakku tidak?" Dan itu bukan berarti anak tidak pandai dan payah. Coba lihat kecerdasannya yang lain. Siapa tahu dia tidak unggul dalam hal hitung-menghitung tapi sangat unggul dalam hal melukis, berempati, dan problem sloving.

2. Kecerdasan Majemuk

Kecerdasan majemuk ini menunjukkan bahwa dibalik keterbatasan siswa juga terdapat kelebihan yang belum tereksplor dengan baik. (Sumber Wikipedia). Ada banyak kelebihan yang bisa orang tua fokuskan, tidak hanya matematika atau bahasa Inggris.

3. Gaya Belajar :

  • -visual,
  • - kinetik,
  • - auditori,
  • - perpaduan 2 dari 3 gaya di atas

Ini bukan hanya buat anak, tapi juga buat emaknya, bapaknya, siapa pun. Manusia pasti punya gaya belajar masing-masing yang berbeda satu dengan lainnya.


Sumber:http://bundafzr.blogspot.com/2017/09/bunda-sayang-games-level-4-mengenal.htmI?m=1

Sumber lain yang bisa untuk dibaca-baca:

https://www.ibupedia.com/artikel/balita/4-gaya-belajar-anak-dan-bagaimana-mengarahkannya

https://www.ibuprofesional.com/post/tips-memahami-gaya-belajar-anaktips-memahami-gaya-belajaranak


            Kendala dalam pemahaman terhadap pelajaran juga bisa disebabkan oleh pendekatan pembelajaran yang kurang sesuai. Anak auditori akan lebih mudah belajar dan memahami materi dengan cara mendengar, anak visual dengan cara melihat, dan anak kinestetik akan mudah paham dengan penjelasan dengan gerakan.

            Seorang anak yang tampak sulit memahami suatu materi pelajaran tidak berarti dia bodoh dan payah. Manusia memiliki kecenderungan dan keunikan masing-masing. Tidak ada anak yang payah dan tidak berguna. Tuhan tidak akan menciptakan suatu yang sia-sia.

Ketidakwarasan yang berasal dari luar ini bisa dari dalam keluarga: suami, medsos

Suami

 Mengasuh Anak

Suami ini partner kita, ya, Bun. Partner dalam bikin anak, dan urus anak. Tapi, kadang emak-emak itu emang galau. Suami disuruh jaga anak, giliran anak diserahin ke suami ada aja protesnya. Protes anak dikasih HP, protes anak dimarahin ngomel ke anak. Lah, itu kan anak suami juga, kenapa jadi ga terima kalo anak dimarahin suami coba?!

Suami itu laki-laki. Laki? gengsinya gede banget. Saat sekali dia diprotes dan disalahin, harga dirinya akan tercoreng. Dia ga akan mau bantuin lagi. Jadi, kalau ada yang bikin emak ga sreg dengan tingkah suami, diem aja. Kalo ada akibat yang kurang enak, biar dia lihat sendiri akibat dari perbuatannya.

Emak fokus buru-buru membenarkan apa yang kurang sesuai. Biar suami tau yang kita mau seperti apa dengan melihat langsung contohnya. Kalau cuma disuruh-suruh pake mulut? bisa jadi yang interpretasikan dalam otak suami beda. Nanti ribut lagiiii...wakwakwak

Tidak Peka Laki? yang peka itu kaya jin. Ada, tapi gak tau di mana. Wakwakwak. Hanya di drama-drama korea kayanya. Laki-laki yang kasat mata adalah manusia yang selalu gak peka. Dikode-kode  minta bantuan, cuek. Disindir-sindir minta ditolongin, mata tetap menatap layar HP.

Sampe lelah si Hayati.

Kemungkinannya:

1. Gak mau bantu karena takut salah. Dia kan gengsian kalo salah, ancur lah kelakiannya. 

2. Ngandelin istri. Istriku kan pinter, pasti bisa lah urus galon sendiri! Muke lu jauh! | 

Saran yang bisa dicoba:

1. Minta dengan jelas dan detail bantuannya dengan cara: MENDATANGINYA, Mencoleknya sampai dia lihat muka kita Sampaikan niat kita yang detail kalo bisa yang lengkap 5W1H (apa, di mana, kapan, siapa, gimana, kenapa), Lengkapi dengan mengatakan: SEKARANG atau SEGERA.

2. Suami tetep ga peka untuk bantuin. Ya, banyak! Bukan suami Anda saja, suami saya juga pasti sama saja.

Saran yang bisa dicoba: ANGGAP SUAMI ENGGAK ADA. Lagi jauh, misalnya. Lagi LDR kerja di Korea, misalnya. (Jadi stuntmannya Lee Min Ho) Selama ini, emak-emak berpikir bahwa suami itu harus membantu dan menolong. Kalo ga ada suami, ga ada pertolongan dan bantuan. Padahal, pertolongan itu HANYA dari Tuhan medianya bisa lewat siapa saja, salah satunya suami.

Jadi, inshallah, dengan pertolongan Allah kita pasti bisa melakukan semua. Tapi capek  Mak, kalau semua-mua kita lakuin sendiri! Buat apa punya suami? "Rezeki itu pasti, Kemuliaanlah yang kita cari". Lelah, itu pasti, karena kita manusia biasa. Tapi, Allah nggak akan membebani yang di luar kemampuan kita.

Gak usah mikir, Enak aja suami enak-enakan di rumah. Gak usah. Biarin aja. Kita fokus pada kewajiban kita, maka Allah akan memberikan kita kemuliaan. Kalau kita mulia di mata Allah, inshAllah, Allah akan selalu memudahkan dan melancarkan urusan kita. Aamiin


Media Sosial

Ketidakwarasan bisa datang dari dunia maya. Lihat status teman-teman anaknya sudah bisa manjat tiang sutet sampe tinggi (buset dah!), lalu emak galau, Kok anakku cuma bisa manjat galon? Buat apa risau, Mak? Semua yang di status itu 80% pencitraan, 20% fakta. Sumber dari mana? Dari aku sendiri lah! Wakwakwak.

Saran yang bisa dicoba:

Fokuslah memakai media sosial untuk menambah ilmu. Scroll nya akun informasi, akun gosip eeh... wkwkk nggak sih say.. akun-akun yang berfaedah aja penghibur hati


Luar keluarga: teman, tetangga, saudara

Kegalauan emak juga bisa datang dari pihak-pihak luar yang provokatif. Ga usah risau dan galau. Tetapkan visi misi dan prinsip keluarga kita, Mak. Ajak suami berdiskusi. Kalau ga mau, ya kita aja sendiri. Kita ingin jadi Ibu yang seperti apa untuk anak kita? Kita ingin anak-anak kita jadi anak yang seperti apa? Aku suka dengan anak yang begini, jadi aku ingin membuat dia seperti ini. Aku akan suka jika anakku seperti ini, tapi kok dia begitu? Maka, aku harus bagaimana, ya?

Sesuaikan tujuan dan target pengasuhan kita dengan kepribadian dan kondisi anak serta orang tua masing-masing. Teori-teori parenting itu banyak. Pilih, ambil, dan tentukan sendiri parenting yang terbaik untuk kedua pihak, yaitu orang tua dan anak.

cukup sampai disini pesan ku ya emak-emak sholiha. semoga bisa mewaraskan pikiran dan kegundahan hati .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar