Kamis, 21 April 2022

komunikasi efektif dengan anak


        Membangun komunikasi sejk usia dini dengn bayi adalah hal yang penting ya mams. komunikasi di bulan bulan dan tahun-tahun awal sangat penting bagi bayi karena dinilai bayi mulai belajar kehadiran dari seseorang dan munculnya kepercayaan. hal ini penting untuk kesehatan emosional mereka, pertumbuhan dan perkembangan mereka serta hubungan mereka dengaan ibu dan ayah mereka.

        Saluran komunikasi yang dibuka selama bulan-bulan perkembangan sama pentingnya bagi seorang anak seperti halnya bagi orang dewasa. Jauh lebih mudah untuk menciptakan hubungan yang bermakna dengan bayi daripada orang dewasa. Bayi belum dapat berkomunikasi dan ketika mereka melakukan nya, tingkat emosinya terbatas. Sebagai orang dewasa, kita jauh lebih kompleks secara emosional dan dapat berkomunikasi jauh lebih banyak daripada bayi. Melalui anak usia dini kita belajar mengembangkan strategi emosional kita sendiri dan belajar bagaimana berkomunikasi dengan baik dengan orang lain.

        Melalui anak usia dini juga kita mempelajari pola bahasa kita sendiri dan bagaimana berhubungan dengan orang lain. Hubungan pertama yang dibentuk bayi dengan orang tuanya terbentuk melalui hubungan awal ini dan penekanan untuk membangun hubungan yang kuat selama waktu ini sangat penting.

        Penekanan ini menjadi salah satu alasan mengapa orang tua dari bayi baru sering menerima pelukan daripada ciuman di awal hubungan. Meskipun mungkin tampak lucu pada awalnya, pelukan akan memberikan bayi kenyamanan dan keamanan yang sangat dibutuhkan dan akan memperkuat ikatan antara orang tua dan anak.

        Perkembangan komunikasi pada bayi dapat lebih ditingkatkan melalui permainan komunikasi dua arah, atau berbicara satu sama lain sambil memandang satu sama lain. Jenis interaksi ini sangat penting bagi bayi dan orang tua yang berpartisipasi dalam permainan. Bayi dapat mempelajari nama-nama benda dan berbagai makna di baliknya dengan meniru orang tuanya. Selama waktu inilah anak-anak dapat mulai mengembangkan pemahaman tentang kosakata dan asosiasi kata.

        Area lain yang bisa Mam bangun komunikasi sejak dini dengan bayi adalah melalui tindakan "memandang" bayi. Seperti yang mam ketahui, bayi sering melihat orang tua mereka dan melalui tatapan ini mereka dapat belajar Banyak tentang dunia. Mam mungkin memperhatikan Bahwa bayi meniru posisi tubuh tertentu dan ini adalah kesempatan besar sebagai orang tua untuk berkomunikasi dengan bayi. Mam dapat belajar banyak tentang bahasa tubuh dan emosi orang lain dengan melihat bayi dan berkomunikasi dengannya.

 

*Pentingnya Berkomunikasi Dengan Bayi, dan Cara Melakukannya*

        Setelah lahir, bayi bisa berkomunikasi melalui senyum, tawa, atau tangisan. Saat ia merasa tidak nyaman. Namun, umumnya bayi akan lebih aktif berceloteh ketika usianya mencapai sekitar 7 atau 8 bulan.

        Pentingnya Berkomunikasi dengan bayi. dikarenakan Jauh sebelum bayi dapat berbicara. bahkan seiak dikandungan, ia juga sudah mampu memahami kata-kata yang sering diucapkan ibunya dan menangkap emosi yang dirasakan oleh orang di sekitarnya.

1. Mengasah kemampuan memahami dan merespons

Mungkin Mam tidak menyadarinya, tapi seperti yang telah disebutkan diatas, bayi sudah memahami secara kasar kata-kata yang diucapkan kepadanya lewat nada bicara dan mimik wajah. Walau Si Kecil belum sepenuhnya mengerti apa yang mam katakan, tetapi yang pasti, Si Kecil senang setiap kali mendengarkan suara Mam dan melihat Mam tersenyum kepadanya. Biasanya, bayi akan merespons dengan menoleh ke sumber suara, mengerjapkan mata atau bahkan tertawa

2. Mengasah kemampuan berbicara

Berkomunikasi dengan bayi juga bermanfaat untuk mengasah kemampuan berbicaranya. Hal ini karena bayi belajar berbicara dengan meniru suara yang didengarnya dan memperhatikan gerak bibir ibunya. Bayi mulai berbicara dengan menggunakan lidah, bibir, langit-langit mulut, dan gigi yang tumbuh untuk membuat suara, seperti teriakan oh dan ah. Kata-kata tersebut kemudian akan menjadi kata yang nyata, seperti mama dan papa atau mami papi. Tergantung mam ingin dipanggil apa ya. Selanjutnya bayi akan mengambil lebih banyak kata dari mam dan orang-orang di sekitarnya, sehingga dia mulai bisa membentuk kalimat dengan menggunakan 2-4 kata.

3. Mengasah kemampuan lain

Bayi yang diajak berkomunikasi juga cenderung akan lebih cepat menguasai kemampuan lain, seperti kemampuan untuk berinteraksi dengan orang lain, menghitung, membaca, menulis, dan mempelajari berbagai bahasa. Hal ini diduga karena dia sudah terbiasa merespons hal-hal di sekitarnya.



Tips Mengajak Bayi Bicara

Melihat pentingnya berbicara pada bayi, Mam perlu memperhatikan beberapa hal yang dapat membuat interaksi menjadi lebih menarik dan menyenangkan bagi Si Kecil, di antaranya

• Senyumlah sesering mungkin kepada Si Kecil.

• Tatap mata si kecil setiap kali mama  mengganti popoknya, menyusui, atau saat ia akan tidur.

• Respons Si Kecil setiap kali ia mengucapkan sesuatu dengan meniru apa yang ia ucapkan, meskipun kata-katanya belum jelas, seperti ma-ma atau bu-bu.

• Bicara sesering mungkin dengan kalimat yang pendek dan vokal yang jelas, misalnya Sayang mau makan?, Wah, dingin, ya?,  atau Papa pulang! dengan penuh ekspresi.

• Lihat dan tunjuk benda yang sedang Mam bicarakan, agar Si Kecil dapat dengan cepat mengasosiasikan kata yang Mam ucapkan dengan benda yang dimaksud.

• Ulangi kata-kata sederhana tertentu secara terus-menerus, seperti mama dan makan.

• Gunakan gerakan-gerakan tubuh untuk menguatkan kata-kata Mam, seperti mengepakkan tangan ketika mengucapkan kata burung atau membentangkan tangan saat mengucapkan kata pesawat.

• Bacakan dan perlihatkan cerita bergambar warna-warni sejak dini, karena sikecil akan gembira dan terstimulasi dengan melihat warna-warna dan mendengarkan suara mam.


Mam tidak perlu khawatir jika Si Kecil

belum menunjukkan tanda bahwa ia mengerti ucapan mam. Pasalnya, setiap bayi tumbuh dan berkembang dengan cara dan waktu yang berbeda-beda dan spesial. 

Penting untuk Mam ingat, berkomunikasi dengan bayi perlu dilakukan sesering mungkin setiap harinya juga peran ayah yang baik mendukung lancarnya komunikasi. Hal ini tidak hanya membuat Mam bahagia, tetapi juga akan makin mendekatkan hubungan Mam dengan Si Kecil, bonding yang kuat dan merangsang perkembangannya.

ada contoh nih mam dari aku, Waktu kafi ku gendong, neneknya ngasih tau sambil bawa barangnya. Semisal ngasih tau kalo ini wortel, dia lihat ke barang yang dipegang dulu baru liat neneknya yang bilang wortel.

ini merupakan contoh komunikasi 3 arah mam, memungkinkan dan mempermudah anak untuk mendapatkan kosa kata baru. Lebih bagus jika anak yg ambil sendiri barangnya ya mam.

        Sedikit cerita saat kakaknya sekitar  masih umur 12 bulan. dikasih  hp dan nonton tv / youTube sama pengasuhnya itu usia 12 bulan. Awalnya aku juga ingin sekali kasih hp waktu dia bayi apalagi kalo aku sibuk tapi mengingat dampaknya aku tahan tahan. dan pengasuhnya aku beri tau untuk stop semua gadget. Alhasil saat usia 13 bulan kosa katanya sudah lebih dari 30 kata. dan saat usianya 26 bulan sudah pandai dan hafal menyanyi >5 lagu anak-anak. juga saat usia 30 bulan sudah hafal surat alfatihah.

    Kesimpulannya sih, Banyak membaca dan mempelajari teori itu perlu untuk melihat tumbang anak tapi kembali lagi perhatikan betul betul tingkah lakunya karena ibulah yang paling mengenal si kecil. Setiap anak istimewa ya mam. Untuk komunikasi fokus kepada komunikasi 3 arah, pelafalan kata yang benar dan bangun bonding dengan ayah dan ibu setiap hari. Semoga anak-anak kita tumbuh dan berkembang dengan baik ya mam.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar