Mencintai sang pencipta
pendidikan anak adalah menyiapkan Generasi peradaban
Mungkin banyak orang yang telah mengetahui bahwa menanamkan iman anak sejak dini adalah hal yg paling utama kita lakukan.
Didamping itu pun, banyak juga yang masih belum mengetahui hal ini. Bagaimana pentingnya iman yang didahulukan..
Semoga Allah mudahkan selalu ikhtiar kita dalam membangun generasi islami.
Tujuannya agar tertanam iman yang kuat pada jiwanya sehingga menjalankan kewajibanNYA pun tanpa dorongan dan tanpa paksaan pun dalam menghadapi kehidupan ia tau hal baik untuk ditiru dan hal yang tidak baik untuk di tinggalkan.
Bukankah kita ingin, anak-anak kita aman dari pergaulan yang menyesatkan ?
Karena anak-anak pun nantinya akan beranjak dewasa, dan kita pun tak mungkin bs mengawasi mereka selalu.
Bukankah setiap amal perbuatan baik buruk dari anak-anak kita bila aqil baligh nanti akan di pertanggung jawabkan di akhirat nanti (?)
Lantas siapkah anak-anak kita nanti beribadah tanpa dorongan dan paksaan dari kita, bahwa ia beribadah hanya karena semata-mata menjalankan kewajibannya yang mereka lakukan krna kecintaan pada TuhanNya..
Mengajarkan anak sejak dini bahwa mencintai sang pencipta justru akan menambah keimanannya.
Tidak perlu menakutinya, untuk menjadi tunduk.
Tidak perlu buruk sangka, untuk menjadi patuh.
Bukankah Allah pun ingin sekali umatnya berfikir hal baik terhadapNYA (?)
“Aku adalah seperti yang mereka pikirkan..”
Ajarkan anak utk cinta dgn Allah. Bukan takut dg Allah.
Krn perasaan trtinggi adalah cinta.
Seperti halnya kita merasakan cinta nya dg pasangan, kita pun menjadi takut ia marah, tAkut tak suka, takut ilfeel, takut kecewa dll.
Nah kalau anak sudah saking cinta nya dg Allah, mereka pun pasti akan takut. Takut Allah marah, takut Allah kecewa dll.
Maka dr itu ajarkan utk cinta Allah.
Tujuannya agar anak sllu berpikir optimis..
Kita bisa mengajarkan saat anak di dalam kandungan hingga ia usia 7tahun.
Saat dalam kandungan, kita bs bacakan Alqur’an
Saat ia lahir, ayahnya yang mengadzani
Saat ia sudah bs bicara, ajarkan tuk mengucap laa illaha illallah
Dan sedikit demi sedikit kita ceritakan hal-hal yang berkaitan dengan Tuhan-NYA. Siapakah Allah, dimanakah Allah, apa saja sifat-sifat Allah.
Dan menceritakan keteladanan Nabi-nabi Allah.
Kaitkan dalam persoalan atau kesulitan yang sedang dialami dengan memohon dan mengharap kepada Allah dan menceritakan hikmah setiap keadaan.
Ajarkan Alquran dan menjadikan rutinitas ibadah dengan mengikut sertakan bersama anak.
Mengapa harus sejak dini?
Karena pemikirannya yang penuh imajinasi justru lebih mudah untuk kita arahkan melalui cerita, melalui keteladanan, melalui permainan.
Karena ada nilai keimanan dan nilai hikmah dibalik itu semua.
Ustadz Adriano pun menegaskan bahwa mendidik anak bukan serta merta menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab kita ke madrasah atau pondok pesantren ataupun rumah Tahfidz. Tidak ada jaminan bila mereka hafal Alquran usia dini dan sekolah di pondok dari dini dapat beribadah tanpa adanya dorongan. Sungguh sangat disayangkan bila beribadah tapi tidak tau makna nya kenapa harus sholat 5 waktu, puasa dll.. maka dari itu tekankan dan ajarkan rukun iman dan setelah itu rukun Islam nya.
Bicara iman adalah bicara dg hati
Bicara ilmu adalah bicara dg otak
Otak pencipta keraguan bukan keyakinan krna sifatnya kritis dan Pencipta keyakinan adalah hati
Mempersiapkan hati tdk mudah, krn milik Allah.
Allah tlh membimbing imannya lewat hati
Sebagus apapun parenting tanpa doa itu adalah mustahil, Krna hidayah milik Allah yg ia berikan melalui hati .
Menyiapkan hati membangun empati atau kepedulian dg Melatih anak” mendatangi ke panti asuhan, mendatangi pedagang yg minim skali dan Bicara kpd anak dari hati ke hati, rasa, dan air mata
Contohnya Belajar ya nak, gak kasian bunda kah? Banyak lho yg ga bs sekolah. Km bs sekolah
.
.
.
Hingga ia akan merasakan betapa nikmatnya iman yang berakar kuat dalam hatinya
Iman yang terpatri dalam sanubarinya
..
Yang melakukan hal kebaikan ia senang
Yang meninggalkan keburukan ia ringan
Yang menunaikan kewajiban menjadi tak malas
Pun mendapatkan musibah ia akan ikhlas
_________________________________________________________________________________________
Di kutip
Kajian Hannah Indonesia
Pembicara : ustadz Adriano Rusfi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar